Perdana Menteri Mahathir Mohamad Bingung Jokowi Tolak Bantuan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengaku, bingung kepada Presiden Joko Widodo terkait alasan Indonesia menolak bantuan Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, yang menyebabkan kabut asap di kawasan.

“Saya ingin menanyakan Kenapa Anda tidak mau menerima bantuan dari kami?. Namun, saya belum melakukannya. Kami telah menawarkan bantuan setiap saat,” kata Mahathir seperti dikutip Malay Mail,Kamis (26/9).

Menurut Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Malaysia memiliki sejumlah pesawat yang dirancang khusus untuk melakukan pemadaman api menggunakan air dari udara.

Indonesia memang terus menjadi sorotan terutama di kawasan Asia Tenggara, karena pencemaran kabut asap yang terus memburuk di tengah peningkatan titik api karhutla di Sumatera dan Kalimantan pada tahun ini.

Mayoritas Pengurus DPD Diklaim Dukung Airlangga Hartanto

PMII Sulawesi Selatan Desak Segera Copot Kapolda Sultra

YouTuber Atta Halilintar Bantah Tiduri Pernah Bebby Fey

Berbagi Tips Sukses Tanam Bawang Putih

Habiburokhman: Gerindra hanya Jalankan Putusan PN Jaksel

Polusi kabut asap karhutla bahkan dilaporkan mulai menyelimuti Thailand, terutama kawasan wisata terkenal Phuket.

Ratusan sekolah di Malaysia juga sempat ditutup akibat penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Polemik kabut asap ini pun sempat membuat panas relasi Indonesia dan Malaysia, di mana kedua menteri lingkungan hidup saling beradu mulut terkait sumber asap karhutla.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, menganggap kabut asap yang menyelimuti Malaysia tidak sepenuhnya berasal dari Indonesia, tetapi juga akibat kebakaran hutan yang juga terjadi di Negeri Jiran, terutama di Sarawak.

Baru-baru ini, Indonesia menyatakan setidaknya empat perusahaan Malaysia terlibat pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.

Merespons hal tersebut, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengisyaratkan pembuatan undang-undang untuk menghukum perusahaan Malaysia yang terlibat kebakaran hutan di luar negeri. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment