PMII Sulawesi Selatan Desak Segera Copot Kapolda Sultra

0 Komentar

FAJAR. CO. ID, MAKASSAR — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Sulawesi Selatan, mengecam tindakan oknum kepolisian yang terjadi di Kota Kendari dalam pengamanan unras mahasiswa UHO siang kemarin, Kamis (26/09/2019).

Ketua PMII Sulawesi Selatan, Ahmad Sirajul Munir menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya.

Diketahui korban yang bernama Randi merupakan kader aktif dari PC PMII Kota Kendari dan tercatat sebagai Pengurus Rayon Perikanan dengan no SK : 020.PC.XIII.Y-02.01.001.A-1.11.2018.

YouTuber Atta Halilintar Bantah Tiduri Pernah Bebby Fey

Berbagi Tips Sukses Tanam Bawang Putih

Habiburokhman: Gerindra hanya Jalankan Putusan PN Jaksel

Nelayan Indonesia Diculik di Laut Lahad Datu, Ini Identitasnya

Rakyat Miskin Dijatah Rp150 per Bulan Mulai 2020

“Maka dari itu kami menuntut agar kapolri Jendral Tito Karnavian bertanggung jawab atas kejadian ini dan segera mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara,” ungkap Ketua PMII Sulawesi Selatan, Ahmad Sirajul Munir.

Lebih lanjut, semua ini tidak akan terjadi kalau saja pimpinan memberi pengarahan kepada anggota agar tidak bertindak represif kepada mahasiswa.

“Saya berharap kepada sahabat-sahabat PMII yang ada di Sulawei Selatan sekiranya melaksanakan salat gaib, tahlilan dan doa bersama,” pungkas Ketua PMII Sulawesi Selatan, Ahmad Sirajul Munir ini.

Diketahui, jumlah mahasiswa yang jadi korban sudah sebanyak tiga orang. Terakhir, mahasiswa Jurusan D3 Tehnik Sipil Fakultas Tehnik Universitas Halu Oleo (UHO), Yusuf Kardawi meninggal di Kendari, Jumat (27/9) sekitar pukul 04.05 Wita.

Yusuf Kardawi, yang baru berusia 19 tahun itu, berpulang setelah menjalani perawatan di RS Bahteramas Kendari. Dia merupakan salah seorang mahasiswa yang berdemonstrasi di markas DPRD Sultra, Kamis (26/9).

Kendari Pos melaporkan, Mahasiswa UHO Yusuf Kardawi sebelumnya sempat kritis akibat luka hantaman di kepala dan bagian tubuh lainnya. Dia sempat menjalani operasi, bahkan sempat dikunjungi Gubernur Sultra Ali Mazi sebelum mengembuskan napas terakhir.

Keluarga korban mahasiswa UHO Yusuf Kardawi, Rahman membenarkan hal tersebut. Dia pun meminta agar kematian Yusuf diusut tuntas. “Iya meninggal subuh. Kami keluarga minta kasus ini tetap dikawal,” jelasnya.

Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sultra berujung ricuh, Kamis (26/9/2019). Mahasiswa dan polisi terlibat bentrok hingga menimbulkan korban meninggal, luka-luka dan banyaknya fasilitas perkantoran rusak termasuk puluhan motor terbakar.

Sebelum Yusuf, Immawan Randi (21) yang juga mahasiswa UHO, gugur. Randi meninggal dengan luka di dada. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...