Hibah Lahan Al Markaz Tunggu DPRD Sulsel Bentuk Pansus

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-– Pembahasan ranperda hibah lahan kompleks Masjid Al Markaz Al Islami masih tertahan. Fraksi dan pansus di DPRD Sulsel belum terbentuk.

Ketua Sementara DPRD Sulsel , Andi Ina Kartika Sari mengatakan, pembahasan ranperda hibah lahan Al Markaz salah satu prioritas yang akan dituntaskan. Namun belum bisa ke tahap pembentukan pansus, karena fraksi juga belum terbentuk.

“Masih bergulir di internal partai masing-masing. Ini yang kami minta segera dituntaskan. Anggota pansus nanti proporsional sesuai kursi masing-masing,” ungkapnya, Jumat, 27 September.

Ina berharap fraksi-fraksi sudah bisa terbentuk pekan depan. Menurutnya, pembahasan ranperda langsung ke tingkat pansus setelah ada usulan nama-nama dari setiap fraksi.

“Hasil rapat saat persetujuan pembahasan ranperda ada usulan memasukkan legislator petahana agar berkesinambungan. Tetapi ini dikembalikan ke fraksi masing-masing,” tuturnya.

Kabag Undang-undang dan Informasi Sekretariat DPRD Sulsel, Surya Darma Thomas menambahkan, pihak Setwan sudah menyurat untuk pembentukan fraksi. Menurutnya, pembentukan fraksi sudah berproses.

“Infonya pekan depan sudah tuntas. Setelah itu, kita buatkan surat keputusan pimpinan sementara untuk mengesahkan fraksi,” tuturnya.

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menuturkan hibah ini untuk mendukung gagasan awal pembangunan Al Markaz Al Islami. Kawasan ini akan dijadikan pusat kajian dan peradaban Islam terbesar. Sudah ada kesepakatan dengan DPRD untuk pembentukan pansus ranperda.

Pihaknya menjamin tak ada persoalan hukum terkait lahan Al Markaz. Menurutnya, lahan di kawasan Al Markaz Al Islami itu klir aset daerah sesuai dengan dua sertifikat hak pakai. Pertama sertifikat nomor 03 per tanggal 21 Mei 1992 seluas 30.853 meter persegi.

Kemudian ada sertifikat nomor 15 per tanggal 21 Mei 1992 seluas 41.376 meter persegi. (fik/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Rasid+Alfarizi

Comment

Loading...