Pemuda Muhammadiyah Makassar Kutuk Tindakan Represif Aparat

0 Komentar

Pengunjuk rasa bentrok dengan petugas kepolisian saat demonstrasi menentang RUU KPK di Flyover Makassar, Jumat, 27 September, lalu. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Demonstrasi yang berlangsung ricuh di sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan jatihnya korban. Di Kendari misalnya, dua orang mahasiswa dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa yang membuat miris itu juga membuat Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar angkat bicara. Melalui Ketua Umumnya, Muh Sabri, mengatakan, pihaknya mengutuk tindakar represif yang dilakukan oknum polisi hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Apapun alasannya tak ada yang membenarkan menghilangkan nyawa seseorang kecuali mereka telah mengancam jiwa kita. Polisi saat ini terkesan berperilaku seperti pasukan barbar yang tanpa pandang bulu dan tidak berakhlak dalam menyelesaikan misinya,” kata Sabri, Sabtu (28/9/2019).

Dia menyampaikan, apabila pemerintah tidak dapat menyelesaikan dengan mengakomodasi kepentingan rakyat, maka akan terjadi revolusi di negeri ini.

“Dan, kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu melawan tirani kekuasaan yang otoriter dan brutal dalam menyelesaikan masalah. Kalo Pak Jokowi tidak mampu meredam dan menghentikan konflik ini dengan cara yang makruf, mundur itu lebih baik dari pada sesama anak bangsa saling membantai,” katanya.

Sabri juga menginstruksikan pasukan Kokam Kota Makassar untuk siaga 1 dan bergerak untuk membela kepentingan rakyat dan negara.

Menurutnya, oknum polisi yang melakukan penembakan dan bersikap represif adalah pembegal demokrasi. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...