Relawan Medis Kewalahan Tangani Korban Demonstrasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Relawan medis dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar yang membuka posko medis di sekitar fly over kewalahan menangani korban luka-luka sejak demonstrasi hari Selasa, 24 September lalu.

Mereka membuka posko di kantor PT Mobil Hadji Kalla, Jl Urip Sumoharjo, tepatnya samping fly over. Sudah puluhan korban luka-luka yang ditangani dalam aksi demonstrasi menolak UU KPK dan RUU KUHP.

Kordinator Lapangan Tim Medis BSMI, Taufik Hidayat mengatakan pihaknya sempat kewalahan saat menangani korban luka puluhan orang saat hari pertama demonstrasi. Korban luka bahkan mencapai belasan orang. “Hari selasa puluhan korban,” katanya.

Dia bersyukur, tim medis untuk aksi demonstrasi pada Jumat, 27 September terus bertambah. Tidak hanya dari relawan BSMI, tetapi juga bekerja sama dengan relawan dari Aliansi Poltekes Makassar, Indonesian Escorting Ambulance (IEA), serta relawan mahasiswi Universitas Muslim Indonesia. “Sehingga seluruh tim yang tergabung berjumlah 32 orang,” katanya.

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak tawaran orang-orang yang ingin bergabung menjadi relawan saat aksi akan berlangsung,” sambung Taufik.

Berbeda dengan aksi demo pada hari Selasa, kata dia, yang mendatangkan banyak korban luka-luka di siang hari hingga malam. Namun aksi demonstrasi pada hari Jumat, 27 September, korban baru berdatangan saat malam hari. Karena puncak aksi berlangsung menjelang magrib, sementara posko medis telah bersiap siaga sejak siang harinya.

“Pukul 20.00 saat relawan mulai berbenah untuk pulang, para korban baru berdatangan. Relawan kembali menyiapkan peralatan medis dan memberikan pertolongan pertama pada korban terdampak,” katanya.

“Yang kami tangani satu pasien luka gores, tiga pingsan (salah satunya dilarikan ke rs) dan satu orang sesak napas dan di larikan juga dilarikan ke RS,” tambahnya. (rul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...