Keamanan di Wamena Makin Kritis, Pengungsi Krisis Makanan

FAJAR.CO.ID, WAMENA-- Kondisi keamanan di Wamena, Papua makin kritis. Ini terlihat dari kondisi ribuan pengungsi yang membutuhkan perlindungan sampai bahan makanan pasca kerusuhan yang terjadi di wilayah itu.

Dari data yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN) ada 5.512 pengungsi yang kini mendiami markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya. Secara bertahap pengungsi mendangi tempat penampungan itu.

”Umumnya mereka (pengungsi, red) hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena,” terang Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, Sabtu (28/9).

Anak Tiri Sri Bintang Pamungkas Tersangka Kasus Narkoba

Ginseng, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar Cerai, Ini Postingan Indra

Jaga Kekompakan dengan Gowes Bersama

Syahar, Legislator Sulsel Dijuluki Bapak Ojek Online Santuni Korban Mobil RAISA Polisi

Kebutuhan makanan, air bersih dan lain sebagainya sangan penting selain masalah keamanan di Wamena. ”Saat ini bantuan baru difokuskan ke satu posko pengungsian. Tolong sebarkan informasinya. Agar ada langkah cepat, ada tindakan bagi para pengungsi,” terangnya.

Masih menyangkut bantuan, makanan dari Pemerintah Provinsi Papua hanya tersalur ke posko pengungsian Gedung Okumarek yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

”Kita hanya bisa mengandalkan bantuan logistik yang masih tersedia di markas. Sementara pengungsi tidak mau ke Okumarek. Warga maunya di Kodim, sementara dapur lapangan Pemda ada di Okumarek,” katanya.

Selain makanan dan pakaian, pengungsi membutuhkan susu untuk balita, popok bayi, dan pembalut untuk perempuan. ”Kami tetap berusaha memfasilitasi mereka, dan harapannya bantuan logistik segera datang,” pungkasnya. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...