Kendalikan Sampah Plastik di Pambusuang, Workshop Ekobrik Libatkan Warga

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, POLMAN–Kendalikan sampah plastik daerah pesisir di Desa Pambusuang, Kecamatan Pambusuang, Kabupaten Polman, pengiat literasi membuat Festival Literasi Sampah (FLS).

Dalam FLS itu dibuat workshop Ekobrik (Ecobrick) dengan menhadirkan pemateri bersertifikat dari Ecobrick Alliance, Indrawati Abdi di Rumah Pustaka, Minggu, 29 September. Kegiatan ini diadakan atas kerjasama Tim Pengendali Sampah Pambusuang, Tim Pelaksana Kegiatan Desa Literasi Pambusuang, dan Armada Pustaka Mandar.

Penanggung Jawab FLS, Muh Ridwan Alimuddin menjelaskan, kurang lebih dua bulan lalu pegiat literasi diminta aktif berperan dalam mengatasi persoalan sampah di Pambusuang. “Nah kami, yang dalam pertemuan di kantor Desa Pambusuang disebut Tim Pengendali Sampah, menyepakati untuk membuat semacam sistem pengelolaan sampah plastik di Pambusuang,” ujarnya.

Kata Iwan sapaan penggerak Pustaka Bergerak Sulbar ini, agenda ini didukung tim, berjumlah kurang lebih 15 orang. Kegiatan ini untuk mengawali dengan pendidikan perihal sampah. “Nah itu disatukan dalam sebuah kegiatan sederhana yang disebut Festival Literasi Sampah. Isinya diskusi, putar film dan workshop. Rencana ada juga pameran foto,” katanya.

Wabup Sinjai Hadiri Pelantikan Kwarda Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan

Ibu Muda YN Bunuh Anak di Kamar Mandi, Ini Pemicunya

Pengawal Raja Salman bin Abdulaziz Tewas Ditembak

Lions Club Makassar Mammiri Bagikan Kasur Gratis

Siswa Berbakat SD Telkom Makassar Ikut Miss TSM Kids 2019

Literasi sampah dilakukan, karena persoalan di desa Pambusuang adalah masalah sampah plastik. Pantai Pambusuang penuh dengan sampah. “Agar pengelolaan komprehensif, kita buat sistem, yang mana sampah harus mulai ditangani atau dalam hal ini diolah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.

Salah satu metode atasi sampah yakni mulai pemilahan sampah plastik dan organik. “Khusus sampah plastik, itu harus diisolasi alias tidak terbuang ke laut. Dibuang ke TPA pun, jika itu ada, nantinya akan dibakar yang menghasilkan polusi. Nah dengan FLS ada edukasi juga. Kesadaran atau bijak dalam menggunakan bahan plastik. Misal kantongan belanja maupun yang lain dibuat ekobrik,” paparnya.

Selain itu, Desa Pambusuang ini salah satu dari 20 desa di Indonesia dalam proyek percobaan Desa Literasi. Nah kegiatan utamanya adalah Sekolah Lapang. Sekolah Lapang adalah kegiatan yang bertujuan mendidik masyarakat agar terliterasi dalam makna luas. “Jadi kami kolaborasi pendanaan antara TPK Desa Literasi Pambusuang dengan Armada Pustaka Mandar,” ungkapnya. (ham)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...