Pengungsi Kerusuhan Wamena Memprihatinkan, Ini Kondisinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WAMENA– Tidak sedikit pengungsi akibat kerusuhan di Wamena menderita diare. Ini dampak minimnya air bersih, ditambah cuaca dingin dan tidur tanpa alas. Tak sedikit pula kondisi kesehatan pengungsi menurun.

”Ada 421 orang yang terkena diare. Akibat tidur yang tidak menggunakan alas dan cuaca dingin. Kami sudah berusaha untuk memfasilitasi, tapi kondisi penuh dengan keterbatasan,” terang Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki, Sabtu (29/9).

Total, sambung Yakobus sekitar 18,30 WIT jumlah pengungsi kerusuhan Wamena yang dikirim dengan pesawat hercules milik TN dan Polri berjumlah 1.925 pengungsi.

”Hampir semua sudah berada di Jayapura. Ada bantuan juga pakaian layak pakai. Kendala saat ini, tempat keluar dari pengungsian yang diharapkan untuk pulang ke kampung halaman,” terangnya.

Mayoritas dari pengungsi sudah tidak bisa berharap untuk pulang kampung karena kondisi rumah atau tempat tinggal karena trauma kejadian yang berlangsung pukul 09.00 WIT, Senin (23/9). ”Mereka ingin menenangkan diri. Jelas mereka trauma dengan peristiwa mencekam itu. Warga lain masih tertahan di Lanut, dan Yonif 751 dan pengungsian di Jayapura,” terangnya.

The widow of a pilot, whose Twin Otter aircraft went missing en route to Ilaga, grieves at the Mozes Kilangin airport in Timika, Papua province, on September 25, 2019, as rescue personnel fly in bodies discovered near the crash site. – Indonesian rescuers on September 25 evacuated the bodies of a plane crash victims in the country’s easternmost province, Papua, a week after the aircraft was reported missing, an official said. (Photo by SEVIANTO PAKIDING / AFP)

Ya kerusuhan di Wamena menimbulkan pengungsi kerusuhan Wamena yang luar biasa. ”Anda bisa bayangkan, kantor bupati setempat saja dibakar oleh massa. Massa terpancing lantaran berita hoaks yang menebar tanpa ada mengecek kembali kebenaran. Sementara ini sudah 17 saksi yang sudah kita periksa terkait kerusuhan itu,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyerukan agar masyarakat provinsi itu di kampung halaman maupun yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia untuk ikut membantu kepulangan perantau atau pengungsi kerusuhan Wamena dari, Jayawijaya, Papua. “ASN Pemprov Sumbar sudah mulai pengumpulan bantuan. Masyarakat di kampung dan di rantau juga bisa mengirimkan bantuan,” katanya di Padang, Sabtu (29/9).

Kepedulian semua pihak sangat diharapkan karena biaya pemulangan dari perantau itu cukup besar. Berdasarkan informasi dari Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zulhendri Sikumbang, sementara ini ada sekitar 327 kepala keluarga perantau di Wamena yang ingin pulang.

Dengan estimasi tiga orang per keluarga, ada 900 orang lebih yang harus dibantu kepulangannya. Harga tiket pesawat dari Papua-Padang diperkirakan Rp5 juta per orang. Jadi setidaknya butuh Rp4,5 miliar anggaran untuk membantu pemulangan perantau itu.

Irwan mengatakan Pemprov Sumbar sudah membuka rekening khusus untuk membantu pengungsi kerusuhan Wamena tersebut. Siapapun yang bersedia membantu bisa mengirimkan bantuan ke rekening Bank Nagari 2101.0210.07340-3 atas nama Sumbar Peduli Sesama.

Keamanan di Wamena Makin Kritis, Pengungsi Krisis Makanan

Anak Tiri Sri Bintang Pamungkas Tersangka Kasus Narkoba

Ginseng, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar Cerai, Ini Postingan Indra

Jaga Kekompakan dengan Gowes Bersama

Nasib perantau Minang di Wamena saat ini, katanya, masih simpang siur. Informasi terakhir sebagian besar termasuk wanita dan anak-anak masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Untuk memastikan kondisi pengungsi kerusuhan Wamena Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama sejumlah perwakilan OPD langsung diutus ke Papua untuk memastikan hal itu. Rombongan itu juga membawa sedikit bantuan yang sempat terkumpul sebelum keberangkatan.

“Dari hasil pertemuan nanti diharapkan akan didapat informasi pasti kondisi dan berapa orang warga Sumbar di sana yang ingin pulang namun tidak punya biaya lagi,” katanya.

Sebelumnya kerusuhan di Wamena mengakibatkan 28 orang tewas. Sepuluh diantaranya berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Delapan dari sepuluh jenazah itu sudah dipulangkan dan dikuburkan di kampung halaman. Namun, kondisi perantau di Wamena masih simpang siur. Banyak informasi tidak jelas menyebar melalui pesan WA dan media sosial. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...