Bupati Enrekang Muslimin Bando Minta Rusuh Wamena Berhenti

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Bupati Enrekang Muslimin Bando meminta masyarakat untuk menghentikan tindakan kekerasan dan kerusuhan di Wamena, Papua.

MB menyebut, kerusuhan tidak ada manfaatnya dan hanya membawa penyesalan serta kerugian yang saat ini terjadi. Hal tersebut ia sampaikan, usai warga asal Enrekang menjadi korban kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu.

Empat warga yang masih satu keluarga itu, dikabarkan tewas terbakar. “Kami sangat berduka cita, khususnya karena ada keluarga asal Massenrempulu yang jadi korban tewas,” kata Bupati Enrekang Muslimin Bando, Senin (30/9/2019).

Pembalap Muda Bone Unjuk Gigi di Kejuaraan Motocros

103 Ekor Kucing dan Anjing Ikut Pemeriksaan Kesehatan

Tiongkok Pamer 580 Rudal Balistik dan Drone Supersonik

Belanja Sambil Swafoto di MTC Karebosi, Ada Mural 3D

Mpok Atiek Mimpi Meninggal, Jasadnya Ditangisi Keluarga

MB sendiri telah berkunjung ke rumah duka di Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan belasungkawa dan sekaligus mengajak keluarga korban bersabar dan berbesar hati.

“Saya sangat prihatin dan sedih. Hati saya perih mendengar dari keluarga tentang bagaimana kondisi para korban. Apalagi mereka ini satu keluarga,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bupati Enrekang Muslimin Bando mengimbau agar tindakan kekerasan dan kerusuhan berhenti sampai di situ. Sebagai sesama makhluk tuhan, kata MB, semestianya kita mengedepankan persaudaraan, rasa kemanusiaan dan kasih sayang.

Sebelumnya diberitakan, 31 warga menjadi korban tewas kerusuhan di Wamena. Empat dari delapan korban asal Sulsel, merupakan keluarga asal Enrekang. Mereka masing-masing Rustam (ayah), Irma (ibu), Ilmi (anak, usia 3 tahun), dan Erwin (keponakan).Rustam dan Erwin dimakamkan di Enrekang, sementara Irma dan Ilmu dimakamkan di Pangkep. (rls-sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...