Dosen IPB Abdul Basith yang Ditangkap Densus, Ini Statusnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kasus dosen IPB Abdul Basith masih didalami aparat kepolisian. Saat ini, penyidik masih memeriksa dugaan keterlibatannya untuk menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov, untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9) kemarin. Bom itu dibuat untuk memicu kerusuhan atau chaos saat aksi digelar.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan proses penyelidikan sedang berlangsung di Polda Metro Jaya. Namun, penyidik tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

“Sudah didalami oleh PMJ. Ingat proses penyelidikan untuk meningkatkan status dari lidik ke sidik itu ada mekanismenya. Dalam hal ini PMJ tetap utamakan azas praduga tak bersalah, kemudian nanti akan disampaikan oleh Kapolda secara komprehensif. Kita masih nunggu hasil riksa penyidik PMJ,” kata Dedi di Rupatama Polri, Senin (30/9).

dosen IPB Abdul Basith ditangkap bersama lima orang lainnya lantaran diduga terlibat dalam perencana kericuhan saat aksi demonstrasi. Ada pun inisial para terduga pelaku yakni AB, S alias L, YF, AU, OS, dan SS. Dosen IPB itu ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota. Saat itu, AB baru keluar dari rumah Laksamana SS di Perum Taman Royal 2, Jalan Hasyim Asyari, Tanggerang.

“Saat ini ada beberapa orang dimintai keterangan. Kita belum bisa tentukan status dari lidik ke sidik menunggu,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah kasus ini akan berujung pada kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, Dedi enggan menjawab secara detail. “Nanti hasilnya secara komprehensif pengujian seluruh alat bukti termasuk kasus kemudian status hukum tersangka seseorang akan disampaikan,” pungkasnya.

Ditangkap Kasus Bom Molotov

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang Dosen Intitut Pertanian Bogor (IPB) yang diduga menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9) kemarin. Bom itu dibuat untuk memicu kerusuhan atau chaos saat aksi digelar.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dicky Ario Yustianto menyampaikan, operasi penangkapan salah satu otak yang diduga pembuat bom itu dilakukan oleh Jatanras Polda Metro Jaya yang juga melibatkan Densus 88 Antiteror Polri. “Polres hanya back up saja,” kata Dicky melalui pesan singkat, Minggu (29/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka diamankan di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota, pukul 01.00 WIB. Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah. “Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi,” jelas Dicky.

Sementara itu, Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti mengaku belum mengetahui laporan soal dosen kampusnya yang ditangkap polisi karena kasus kepemilikan bahan peledak. “Saya belum bisa memberikan komentar apa pun. Saya baru dengar mas. Saya cek dulu ya,” kata Yatri , Minggu (29/9).

Informasi yang dihimpun, dosen IPB itu bernama Abdul Basith kelahiran Kendal 1975, yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Barang bukti yang diamankan berupa 29 buah bahan peledak jenis bom molotov, handphone Xiaomi S3, KTP, dan dompet. Selain dosen IPB, ada beberapa pria lainnya yang ditangkap polisi terkait kasus ini antara lain Sugiono atau Laode, Yudhi Febrian, Aliudin, Okto Siswantoro, dan H Sony Santoso.

Dekan Prihatin

Penangkapan dosen Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB Abdul Basith karena dugaan menyimpan dan membuat bom molotov membuat rektor IPB Arif Satria kaget dan prihatin. Namun, pihak rektorat kampus menegaskan, itu tak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen di IPB. “Saya terus terang kaget mendengar kabar itu,” ujar Arif Satria, Minggu, (29/9).

Karena itu, dirinya akan mendatangi markas Polda Metro Jaya tempat dosen IPB Abdul Basith ditahan. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan aparat kepolisian. “Jadi malam ini saya ke Polda Metro Jaya,” ujar Arif.

Kejari Maros Jadwalkan Tahap 1 Kasus Dugaan Pungli AJB

Kasat Polair Pangkep Imbau Nelayan Hati-Hati Melaut

KFC Wilayah Indonesia Timur, Begini Aksi Bantu Warga

Bupati Enrekang Muslimin Bando Minta Rusuh Wamena Berhenti

Pembalap Muda Bone Unjuk Gigi di Kejuaraan Motocros

Hal senada juga ditambahkan oleh Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti melalui keterangan tertulisnya menegaskan, Abdul Basith merupakan dosen IPB. Pria kelahiran Kendal 1975 itu mengajar pada FEM IPB. Namun, penangkapan itu diyakini tidak ada kaitannya dengan aktivitas akademik IPB. “Perlu kami sampaikan, bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi,” ucap Yatri.

Kendati demikian, IPB menyerahkan sepenuhnya kasus dosen IPB Abdul Basith kepada pihak yang berwenang. IPB menghormati proses hukum yang berlaku. “Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku,” tukasnya.

Pihak Keluarga

Sementara itu, salah satu dosen Tekonologi Industri (TIN) Angga yang mewakili pihak keluarga dosen IPB Abdul Basith mengatakan, bahwa saat ini Pak Basith ada di tempat yang aman, dan sedang menunggu besok pemeriksaan. “Jadi saya menyampaikan amanah dari istri pak Abdul Basith, yakni Ibu Illah Saillah, bahwa bapak saat ini ada di tempat yang aman,” ujar Angga melalui pesan rekaman suaranya.

Angga juga mengatakan, sesuai perintah Ibu Illah, semua pihak yang bersimpati dan berempati dengan Pak Abdul Basith tidak perlu harus datang ke rumah. Atau melakukan hal-hal di luar kewajaran. “Amanahnya, tidak perlu datang ke rumah dan tak perlu melakukan pergerakan apa pun sampai ada kabar dari tim advokasi yang Insyallah ada Pak Busyro Muqodas dari Muhammadiyah,” tandasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...