Mohamad Nasir Minta Segera Tangkap Penembak Mahasiswa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta polisi segera menangkap pelaku penembakan mahasiswa yang sedang demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Penembakan tersebut berujung meninggalnya dua mahasiswa yang tengah melakukan aksi menolak RUU KUHP dan Undang-undang KPK.

“Saya minta dilacak di mana kesalahannya sampai terjadi korban, siapa yang melakukan penembakan? Siapa yang salah? Ini perlu dilacak dan dicek, diperiksa secara detail supaya terbuka semua. Jangan sampai ada korban dalam berdemokrasi di Indonesia,” kata Mohamad Nasir di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/9).

Dia juga meminta agar penyebab meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) pada Kamis (26/9), diungkap. Randi (21) yang merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia. Dalam tubuhnya ada luka tembak di dada sebelah kanan. Sedangkan Muh Yusuf Kardawi (19) dari universitas yang sama meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bhateramas pada Jumat dini (27/9) sekitar 04.00 WITA.

“Mahasiswa yang kemarin yang ada korban di Kendari, saya mengucapkan belasungkawa,” ujar Mohamad Nasir.

Nasir pun kemudian mengajak mahasiswa menempuh jalur diskusi dalam menyelesaikan masalah yang diungkapkan dalam demonstrasi.

“Bagaimana kita menyelesaikan masalah dengan baik, mari kita berdiskusi untuk menyelesaikan masalah perlu diselesaikan dengan diskusi, mana yang perlu diperbaiki maka kita perbaiki,” tutur Mohamad Nasir.

Di sisi lain Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad, mengatakan kematian dua mahasiswa akibat tertembak harus segera diungkap secara tuntas dan waktu secepatnya. Sehingga tidak menjadi pemicu kemarahan rakyat.

“Jika ada yang menggunakan peluru tajam saat mengamankan aksi di sana, harus diusut hingga tuntas,” tegas  di Jakarta.

Margarito Kamis Sebut Isu Penjegalan Jokowi Berlebihan

Video Hot Vina Garut, Terungkap Pemeran Laki-laki AG Bayar

Tasya Rosmala Rilis Singel Terbaru Isih Sayang

Musikus Jerinx SID Kolaborasi Via Vallen, Cukup Suarakan BTR

Jaksa Agung HM Prasetyo Mutasi 194 Pejabat Kejaksaan

Saddam mengharapkan, ke depan tak ada lagi mahasiswa yang menjadi korban saat melakukan aksi demo.

“Cukup dua mahasiswa di Kendari itu yang meninggal. Unjuk rasa dilindungi oleh undang-undang. Semua pihak harus saling menghormati,” tegas Saddam.

Sementara di Kendari, Sulawesi Tenggara aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli pascaunjuk rasa berdarah. Patroli untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat.

“Patroli gabungan TNI-Polri sebagai simbol soliditas negara menjamin kenyamanan dan ketertiban masyarakat dalam menjalankan aktivitas,” kata Kabag Binops Polda Sultra AKBP Saiful di Kendari.

Patroli TNI melibatkan tiga matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut serta Satuan Brimob dan Samapta Polda Sultra.

Patroli gabungan skala besar berkekuatan 150 personel menumpang 4 kendaraan bak terbuka dan 24 kendaraan roda dua.

Rombongan patroli gabungan bertolak dari Mapolda Sultra melalui rute Jalan H Edy Agussalim Mokomdompit (pertigaan kampus Universitas Halu Oleo), Jln M.T Haryono Wua Wua, hingga kota lama.

Aksi unjuk rasa ribuan massa gabungan dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari yang digelar Kamis (26/9) menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia.

Korban penembakan bukan hanya peserta unjukrasa tetapi juga seorang ibu hamil enam bulan yang sedang tertidur lelap di rumahnya Jln Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Kamis (26/9) sekitar pukul 16:00 Wita.

Identifikasi sementara disebutkan bahwa peluru yang diangkat dari betis ibu hamil berkaliber 9 milimeter.

“Proyektil yang diangkat dari betis sebelah kanan ibu Putri menjadi barang bukti uji balistik Mabes Polri,” katanya.

Rumah korban yang berkonstruksi permanen berjarak sekitar 2 kilometer dari gedung DPRD Sultra yang menjadi konsentrasi pengamanan aksi unjukrasa oleh aparat kepolisian.

Tim gabungan Mabes Polri dan Polda Sultra sedang melakukan investigasi untuk mengungkap kesalahan penanganan unjukrasa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...