Penyejuk dan Pencerah dalam Bingkai Kolaborasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID - Lantunan selawat Nabi menggema di gedung Graha Pena, Senin, 30 September malam tadi. Jajaran Direksi, para pendahulu, manajemen, dan awak redaksi koran ternama di luar Pulau Jawa ini, melantai dalam hidmat penuh kesyukuran. Lalu, perlahan sejumlah tokoh larut dalam kebersamaan ini.Semuanya melepas alas kaki, kemudian duduk bersila diiringi kalimat menghamba pada Sang Khalik. Harian FAJAR kini menginjak usia 38 tahun. Sebuah perjalanan dan perjuangan penuh kisah. Kami ingin hidup seribu tahun lagi. Begitu kata founder Harian FAJAR, HM Alwi Hamu setiap kali momen ulang tahun tiba.Dengan tagline Berpijak di Garis Tak Berpihak, Harian FAJAR telah menjadi bagian dari tinta sejarah perjalanan Indonesia secara umum, dan Sulsel secara khusus. Maka, begitu ada momen kebersamaan seperti saat berulang tahun, maka sejumlah tokoh pun tak ragu melangkahkan kaki menemui awak redaksi.Tak heran tokoh seperti, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Kajati Sulselbar, Firdaus Dewilmar, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Ketua Sementara DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, dan Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo tampak seperti keluarga sendiri."Harian FAJAR adalah kebanggaan kita. Bukan cuma Sulsel. Tetapi seluruh Tanah Air," ucapnya saat didaulat memberi sambutan. Nurdin memandang, Harian FAJAR secara spesifik memiliki kontribusi sebagai penyejuk dan menghadirkan bacaan yang mencerahkan.Menyambung pernyataan Nurdin, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menilai, eksistensi Harian FAJAR, tidak terlepas dari perannya dalam mengawal pemerintahan."Ini sudah menjadi ciri khas Harian FAJAR," katanya. Adapun Dirut Harian FAJAR, HM Agus Salim Alwi Hamu menegaskan, FAJAR akan selalu membangun kolaborasi dalam mendukung pembangunan di Sulsel."Kami ingin tetap di jalur yang memberi faedah di tengah-tengah masyarakat," sebutnya. (gsa/arm)

FAJAR.CO.ID – Lantunan selawat Nabi menggema di gedung Graha Pena, Senin, 30 September malam tadi. Jajaran Direksi, para pendahulu, manajemen, dan awak redaksi koran ternama di luar Pulau Jawa ini, melantai dalam hidmat penuh kesyukuran. Lalu, perlahan sejumlah tokoh larut dalam kebersamaan ini.

Semuanya melepas alas kaki, kemudian duduk bersila diiringi kalimat menghamba pada Sang Khalik. Harian FAJAR kini menginjak usia 38 tahun. Sebuah perjalanan
dan perjuangan penuh kisah. Kami ingin hidup seribu tahun lagi. Begitu kata founder Harian FAJAR, HM Alwi Hamu setiap kali momen ulang tahun tiba.

Dengan tagline Berpijak di Garis Tak Berpihak, Harian FAJAR telah menjadi bagian dari tinta sejarah perjalanan Indonesia secara umum, dan Sulsel secara khusus. Maka, begitu ada momen kebersamaan seperti saat berulang tahun, maka sejumlah tokoh pun tak ragu melangkahkan kaki menemui awak redaksi.

Tak heran tokoh seperti, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Kajati Sulselbar, Firdaus Dewilmar, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Ketua Sementara DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, dan Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo tampak seperti keluarga sendiri.

“Harian FAJAR adalah kebanggaan kita. Bukan cuma Sulsel. Tetapi seluruh Tanah Air,” ucapnya saat didaulat memberi sambutan. Nurdin memandang, Harian FAJAR secara spesifik memiliki kontribusi sebagai penyejuk dan menghadirkan bacaan yang mencerahkan.

Menyambung pernyataan Nurdin, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menilai, eksistensi Harian FAJAR, tidak terlepas dari perannya dalam mengawal pemerintahan.

“Ini sudah menjadi ciri khas Harian FAJAR,” katanya. Adapun Dirut Harian FAJAR, HM Agus Salim Alwi Hamu menegaskan, FAJAR akan selalu membangun kolaborasi dalam mendukung pembangunan di Sulsel.

“Kami ingin tetap di jalur yang memberi faedah di tengah-tengah masyarakat,” sebutnya. (gsa/arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...