Tiga Anggota Fraksi PKB Digarap KPK, Proyek Jalan PUPR

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Senin (30/9). Mereka diperiksa sebagai saksi atas tersangka pengusaha Hong Artha (HA) dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pada 2016.

“Ketiganya akan diminta keterangannya sebagai saksi untuk tersangka HA,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Tiga anggota Fraksi PKB yang dipanggil KPK adalah Jazilul Fawaid, Fathan dan Helmi Faishal Zaini. Febri mengatakan, penyidik ingin mengetahui ketiga peran saksi dan pengetahuannya terkait kasus ini.

“Para saksi akan diperiksa sepanjang pengetahuannya dalam kasus ini,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, KPK menduga Hong Artha secara bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Janji atau uang yang diberikan tersebut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya.

Rusuh Papua, Ini Permintaan Maaf Gubernur Lukas Enembe

Dosen IPB Abdul Basith yang Ditangkap Densus, Ini Statusnya

Kejari Maros Jadwalkan Tahap 1 Kasus Dugaan Pungli AJB

Kasat Polair Pangkep Imbau Nelayan Hati-Hati Melaut

KFC Wilayah Indonesia Timur, Begini Aksi Bantu Warga

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar dari Hong Artha.

Atas perbuatannya, Hong Artha disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hong Artha sendiri merupakan tersangka ke-12, di mana sebelumnya KPK telah lebih dulu memproses sebelas orang lainnya dalam kasus ini. Dari sebelas orang itu, sepuluh di antaranya sudah divonis bersalah oleh majelis hakim dan dijebloskan ke penjara. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...