Tiga Jurnalis Beberkan Kronologis Kekerasan di Propam Polda Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Propam Polda Sulsel memeriksa tiga jurnalis Makassar yang merupakan korban kekerasan saat meliput aksi di depan Kantor DPRD Sulsel pada, Selasa lalu.

Pemeriksaan yang dilakukan terpisah digelar di ruang Gakkum Propam Polda Sulsel, sekitar 2,5 jam. Ketiganya didampingi oleh tim hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Senin (30/9/2019).

“Ketiga jurnalis tersebut menjelaskan terkait kronologis kekerasan yang mereka alami pada saat peliputan,” kata salah satu tim advokasi hukum, Kadir Wokanubun

Kata Kadir, untuk korban Darwin Fatir di BAP sebanyak 18 pertanyaan, M Saiful 20 pertanyaan, sedangkan isak 18 pertanyaan. Setelah di BAP masing-masing korban menandatangani berita acara sumpah.

“Poin-poin pertanyaan dalam BAP seputar kejadian kekerasan yang dialami oleh ketiga jurnalis oleh oknum kepolisian pada saat peliputan aksi di depan Kantor DPRD Sulsel,” ucap Kadir.

Sebelum di BAP, tim advokasi LBH pers makassar menyerahkan barang bukti yang diserahkan berupa dua video dugaan, tiga baju korban, sembilan lembar hard copy foto (dua foto per lembar), soft copy 1 keping DVD, dan riwayat perawatan di RS Awal Bros.

Penyerahan barang bukti itu berasal dari dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum aparat kepolisian saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel.

Sekadar diketahui, tiga jurnalis yang mendapat kekerasan dari aparat kepolisian saat melakukan tugas liputan aksi penolakan pengesahan UU KPK dan Revisi KUHP, RUU pertanahanan, di depan Gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (24/9/2019), yakni Muhammad Darwi Fathir jurnalis ANTARA, Saiful jurnalis inikata.com (Sultra) dan Isak Pasabuan jurnalis Makassar Today. (gun)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...