Ini Makna Hari Kesaktian Pancasila Menurut Direktur Polinas


Fajar.co.id, Makassar — Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada perjalanan panjang bangsa dalam melahirkan dan mempertahankan ideologi Pancasila.

Perjuangan panjang yang penuh tantangan yang harus diingat oleh setiap generasi dan menjadi acuan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibarat sistem navigasi, Pancasila adalah ‘google maps’ yang memberikan panduan perjalanan bagi kita agar tidak menemui jalan buntu yang sesat.

Bagi generasi muda, Pancasila tidak cukup hanya sekedar diperingati melalui acara seremonial pada hari Kesaktian Pancasila, melainkan harus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari.

Direktur Polinas Lp3i Makassar, M Abduh Idris SKom MM memaknai Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum bagi generasi muda untuk lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam perbuatan dan sikap sehari-hari. Nilai-nilai yang ada di dalam kandungan luhur Pancasila seyogyanya dijadikan sebagai ‘pemersatu’ bangsa. Sebab, Indonesia merupakan negara multicultural yang memiliki banyak suku dari Sabang sampai Merauke.

Setelah menginternalisasi nilai-nilai Pancasila tersebut, selanjutnya generasi muda mampu untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar generasi muda ini mampu memenuhi perannya sebagai ‘iron stock’ yaitu generasi pemimpin potensial di masa yang akan datang.

Dengan pemahaman Pancasila yang matang, menurut M Abduh Idris, generasi muda atau mahasiswa Polinas khususnya mampu memiliki tameng yang kuat dalam melawan paham-paham radikal yang saat ini sedang masif memasuki alam intelektual mahasiswa sehingga ini berpotensi untuk memecah belah bangsa.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa modal spiritual keagamaan yang memadai dapat meningkatkan modal sosial, termasuk bisa meningkatkan kualitas dan keberlanjutan modal sosial serta bisa mengatasi perbedaan-perbedaan kelompok sosial, ras, dan ekonomi secara luas.

Modal spiritual ini termaktub dalam sila Pancasila yang pertama. Itulah sebabnya Pancasila terdiri dari sila-sila yang sitematis yang berasal dari sila-sila sebelumnya yang menjadikan sila pertama sebagai puncak/sumber dari sila-sila selanjutnya. Oleh karena itu, bagaimana pun nilai spiritual generasi muda harus terlebih dahulu diperbaiki agar nilai-nilai luhur Pancasila yang selanjutnya mudah untuk kemudian diinternalisasi.

Terakhir, M Abduh Idris melihat hari Kesaktian Pancasila ini seharusnya dijadikan momentum bagi para mahasiswa Polinas untuk dapat menanamkan idealisme serta peran yang benar sebagai ‘agen of change’ maupun sebagai ‘social control’. Hal ini dimaksudkan karena mahasiswa Polinas juga akhir-akhir ini mengambil bagian dalam gerakan mahasiswa/aksi demonstrasi dalam menolak berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memihak kepada rakyat.

Menurut Abduh Idris, mahasiswa Polinas pada khususnya harus memahami esensi perjuangan, jangan cuma ikut-ikutan dan menghindari aksi-aksi brutal yang kemudian dapat mencederai nilai-nilai pergerakan mahasiswa, sehingga dengan benar menyalurkan aspirasi yang menjadi suara rakyat. (rls)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...