Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng Dikeluhkan Warga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Keluhan terhadap pembebasan lahan warga di Bendungan Paselloreng tak pernah habisnya. Masyarakat merugi lantaran tanahnya belum dibayarkan.

Hal tersebut disampaikan warga Desa Paselloreng, Masse. Kata dia, tanah mertuanya, Indo Uncu seluas 8.514 m2 di Bendungan Paselloreng sampai sekarang belum mendapat ganti rugi.

“Padahal saya sudah terima daftar penerima Uang Ganti Kerugian (UKG). Nilainya juga sudah ada. Sebesar Rp329.490.000,” ucapnya, Senin, 30 September.

Kata dia, lambatnya pembayaran ganti rugi lahan mertuanya, mengakibatkan kerugian puluhan juta tahun ini. Sebab lahan seluas 8.514 m2 tersebut berada di areal genangan.

“Lahannya kita tanami padi. Tahun ini sudah dua kali tenggelam waktu dialiri air. Baru sampai sekarang tidak ada pembayaran,” keluhnya.

Selain itu, ia juga menyesalkan hingga sekarang belum mendapat surat pelaksanaan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK), yang dilaksanakan oleh panitia pengadaan tanah. Baik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wajo ataupun PPK Pengadaan Tanah Bendungan Paselloreng.

“Kita selalu ji dijanji saja. Kemarin saja waktu pembayaran UGK di Kantor Kecamatan Gilireng, Kamis, 26 September, saya tidak ada panggilan,” sesalnya.

Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bendungan Paselloreng, yang juga Kasi Pengadaan Tanah BPN Wajo, Andi Akhyar Anwar menyampaikan, lahan seluas 8,514 m2 milik Indo Uncu sudah termasuk dalam 247 bidang, yang gagal dibayarkan pada pembayaran UGK kemarin.

“Lahan di area genangan sudah terakomodir, ini kami masih konsentrasi menyelesaikan pemberkasan dokumen masyarakat yang masih kurang menurut Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dek,” akuinya.

Setelah pembayaran untuk 247 bidang tanah nantinya. Lanjut Akhyar, pembebasan tanah masyarakat pada proyek strategis nasional senilai Rp701 miliar itu, masih tersisa 421 bidang tanah atau seluas 206,41 ha.

“Kalau ini baru selesai dilakukan penilaian oleh tim apresial. Selanjutnya akan di reviu sama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” terangnya.

Hillary Brigitta Lasut: Jangan Sampai Cepat Terprovokasi

Berkat Bantuan Pompanisasi, Petani Purwakarta Bisa Menanam Lagi

Teknologi Budidaya Mangga ‘Off Season’, Gairahkan Petani Lombok Utara

Situasi di Ilaga Mencekam, Warga Ramai-ramai Mengungsi dan

Bekali Panitia Pilkades Serentak, DPMDPPA Sidrap Gelar Bimtek

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Paselloreng, Yayuk Wijaya menyampaikan, pengerjaan fisik Bendungan Paselloreng telah rampung.

Dirincikan pelaksanaan fisik proyek yang mulai dikerjakan Juni 2015 lalu tersebut. Seperti, bangunan pengelak, pekerjaan hidromekanikal, bangunan pelimpah, bangunan pengambilan, bendungan utama, dan bendungan pelana.

“Sebenarnya sudah bisa difungsikan kalau dilihat dari pengerjaan fisiknya. Tapi kan pembebasan lahannya belum, harus menunggu itu selesai dulu,” sebutnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua II sementara DPRD Wajo, Andu Senurdin Husaini Hasan cukup menyayangkan lambatnya pembebasan tanah masyarakat pada megaproyek tersebut. Hal tersebut jelas berdampak pada pemfungsian dari bendungan itu sendiri.

“Harus dari kemarin ini sudah dinikmati. Begini kalau mengutamakan fisik daripada pembebasan. Dari awal seharusnya selesaikan dulu pembebasan kemudian jalan fisik” kritiknya. (man)

Ketgam : Nampak lokasi megaproyek Bendungan Paselloreng di Desa Arajang Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo, yang diabadikan menggunakan drone. (FOTO : IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...