Penyuluhan Halitosis, Dosen UMI: Waspada… Bisa Sebabkan Kecemasan Berlebihan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dosen Universitas Muslim Indonesia Fakultas Farmasi, Sukmawati SFarm, MKes Apt, berkolaborasi dengan Dosen Fakultas Kedokteran Gigi, Dr drg Masriadi SKM, MKes MH melakukan pengabdian kepada masyarakat di UPTD Puskesmas Tompobulu Maros, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kegiatan ini bagian dari program PKM internal dan dibiayai oleh LPkM UMI. Mengangkat tema pengobatan halitosis dan penyuluhan metode video dalam rangka memperbaiki kualitas hidup penderita DM, para dosen menjelaskan dampak dari Halitosis.

Halitosis atau fetororis adalah istilah medis untuk bau mulut dan napas yang tidak sedap.

Kemunculan aroma yang tidak sedap umumnya disebabkan oleh bakteri yang berkembang liar dalam mulut. Bakteri-bakteri ini menghasilkan gas sulfur (belerang). Akibatnya, ketika Anda membuka atau membuang napas lewat mulut, keluarlah bau yang menyengat.

Ada banyak hal yang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab mulut seseorang menjadi bau. Mulai dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, jarang sikat gigi, merokok, dan lain sebagainya.

“Halitosis dapat menurunkan rasa percaya diri dan bahkan menyebabkan kecemasan berlebihan. Mulut yang bau membuat seseorang merasa minder untuk sekadar membuka mulut hingga bahkan untuk berinteraksi dengan orang lain,” ungkap Sukmawati.

Adapula pemeriksaan halutosis pre dan post scalling juga pembagian sikat gigi dan obat kumur herbal. (ind)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...