THT DPR dan DPD Capai Rp7,5 Miliar, Titi Purwaningsih Bilang Ini

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pimpinan honorer K2 merasa heran dengan pemberian Tabungan Hari Tua atau THT kepada pensiunan DPR dan DPD periode 2014-1019, yang totalnya mencapai Rp7,5 miliar. Itu belum termasuk uang pensiunan bulanan. "Honorer K2 ada yang 35 tahun mengabdi, boro-boro dapat pensiun. Dikasih ucapan terima kasih saja tidak. Dilupakan begitu saja," kata Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Selasa (1/10). Titi menilai, pemerintah sepertinya berat mengeluarkan uang untuk honorer K2. Padahal nyata-nyata bekerja dan membantu pemerintah. "Aneh sekali, apa karena kami rakyat kecil jadi tidak diperhitungkan," ucapnya. Senada itu Korwil PHK2I Maluku Utara Said Amir mengaku sedih melihat THT DPR dan DPD bisa mendapatkan dana pensiun serta THT yang banyak. "Kami honorer jadi pengemis di negeri sendiri. Teganya wakil rakyat yang tidak peduli rakyat. Sebaiknya uang pensiun DPR dan DPD untuk rakyat saja," cetusnya. Sementara Korwil PHK2I Jawa Timur Eko Mardiono mengatakan, betapa sengsaranya nasib honorer. "Ngeness, nelongsoo, ba yak honorer K2 yang pensiun dengan status honorer tapi tidak dapat apapun. Bahkan mereka itu sudah mensubsidi pemerintah," tuturnya.
Belanja Kementan: 254 Persen Lebih Efektif Bagi Pertumbuhan Ekonomi Anggota DPR Termuda Hillary Brigitta Lasut Beber Pesan Surya Paloh Pelatihan Metode Tahfiz untuk Balita Kembali Digelar Pelatihan Metode Tahfiz untuk Balita Kembali Digelar Haji Lulung Ingin Duduk di Komisi III, Ini Alasannya
Negara ini, lanjutnya, sudah zalim kepada honorer K2 karena membayar upah dengan nilai yang tidak manusiawi. Dan, herannya selama bertahun-tahun dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Diberitakan, Dirut Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Iqbal Latanro menyebut tabungan pensiun dan tabungan hari tua atau THT diberikan kepada 556 anggota DPR dan 116 DPD. Tabungan hari tua anggota DPD, jika ditotal untuk 116 orang, maka jumlah yang dibayarkan oleh Taspen adalah Rp1,36 miliar. Sedangkan untuk anggota DPR, dengan jumlah 556 orang, maka Taspen membayarkan sebesar Rp6,22 miliar. Total Rp 7,5 miliar. Hanya saja, ada 44 anggota DPD dan DPR yang tidak mendapatkan uang pensiun. Mereka hanya mendapat tabungan hari tua karena terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024. (jpnn)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan