Tokoh KNPB dan ULMWP Tersangka Rusuh Wamena Papua

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kerusuhan di Wamena, Jayapura, pada Senin (23/9). Para pelaku berasal dari tokoh KNPB dan ULMWP (Komite Nasional Papua Barat dan United Liberation Movement for West Papua)

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya dalam hal ini Polres Jayawijaya telah menetapkan tujuh tersangka kasus kerusuhan berdarah di Wamena yang terjadi pada 23 September 2019. Namun, tujuh tokoh KNPB dan ULMWP yang jadi tersangka tersebut belum dirilis identitasnya. Sebab, saat ini sedang diperiksa polisi.

“Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dan masih proses pemeriksaan,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Para tersangka akan dijerat tindak pidana kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan berencana. Para pelaku kerusuhan diduga berasal dari kelompok atau tokoh KNPB dan ULMWP.

“Dugaan sementara yang terlibat langsung kerusuhan di Wamena dari kelompok KNPB, ada beberapa tokoh diamankan Polres Jayapura, kemudian ada dari ULMWP,” katanya.

Dedi menyebut kondisi keamanan di Wamena saat ini cukup kondusif. Aktivitas masyarakat pelan-pelan membaik. Dedi juga menyampaikan kepala suku di Wamena meminta para warga pendatang yang sempat meninggalkan Wamena agar segera kembali ke Wamena.

Pasalnya warga pendatang berperan penting dalam perputaran roda perekonomian masyarakat Wamena.

“Pada prinsipnya kepala suku di Wamena menghendaki para warga pendatang untuk segera kembali ke Wamena, karena roda ekonomi sebagian besar mereka yang menggerakkan,” katanya.

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta para pengungsi kembali ke tempat tinggal mereka di Wamena. Sebab, kondisi Wamena sudah mulai kondusif.

“Ayo kembali ke Wamena, karena kami menjaga keamanan seluruh warga,” kata Kapolda di halaman Masjid Al Aqsa Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Dia memahami kerusuhan Wamena telah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan yang mendorong warga mengungsi.

Ribuan WNI Pindah Kewarganegaraan Filipina, Ini Alasannya

Polri Tetapkan Dosen IPB Abdul Basith Tersangka, Ini Perannya

PAN Mulai Buka Penjaringan Balon Bupati Gowa

Seleksi CPNS 2019 Dimulai Pekan ke-4 Oktober, 197.000 Kursi

Jadwal Pendaftaran CPNS 2019, Ini Agenda Lengkapnya

“Namun, jangan berlarut dalam ketakutan dan trauma. Karena aparat keamanan siap mengamankan warga dari berbagai gangguan,” katanya meyakini warga.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu mengatakan bahwa kondisi keamanan Wamena sudah mulai kondusif.

“Jangan takut, kami ada dan akan melindungi warga dari segala gangguan,” katanya.

Sementara Bupati Puncak Willem Wandik akan meminta penambahan aparat keamanan mengingat meningkatnya gangguan keamanan di wilayahnya.

Saya akan meminta tambahan pasukan akibat terjadinya aksi penembakan yang menewaskan warga sipil, katanya.

Selain itu, dia juga meminta agar aparat keamanan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk kelompok bersenjata agar mereka tidak lagi mengganggu warga sipil.

“Komunikasi juga harus dilakukan dengan tokoh-tokoh adat dan tokoh agama guna terciptanya kedamaian di wilayahnya,” kata Wandik. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...