Praktisi Hukum Dorong Kepolisian-Kejaksaan Ikut Awasi Dugaan Transaksional Tentukan Ketua DPRD Sulsel dari Golkar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Upaya transaksional alias suap dalam penentuan kursi Ketua DPRD definitif Sulsel menguat. Tarik ulur calon pimpinan disebut salah satu pemicunya.

Partai Golkar sebagai pemenang mestinya, mudah menentukan siapa kadernya yang layak.

Hal ini pun menjadi topik hangat pembicaraan banyak orang. Beragam penilaian publik dialamatkan pada DPD I Golkar Sulsel yang saat ini diketuai oleh Nurdin Halid.

Jhon Hardiansyah misalkan, Praktisi Hukum di Makassar itu berpandangan terkait polemik tersebut memang sangat patut dipertanyakan.

[caption id="attachment_508505" align="alignnone" width="1242"] Praktisi Hukum di Makassar, Jhon Hardiyansyah saat diwawancarai oleh awak media belum lama ini.[/caption]

Ia melihat, konteks persoalan ini tidak ada salahnya jika lembaga penegak hukum ikut terlibat mengawasi.

“Iya, kenapa tidak aparat kepolisian dan kejaksaan untuk ikut melakukan pengawasan,” katanya, Kamis, 3 Oktober.

Publik Curiga Ada Dugaan Transaksional Tentukan Pimpinan Definitif DPRD Sulsel

Soal lembaga penegak hukum, lanjut Jhon, kedua institusi tersebut setidaknya bisa membentuk tim khusus.

“Kenapa tidak misalkan membentuk tim khusus agar penentuan pimpinan DPRD Sulsel terhindar dari dugaan praktik transaksional,” tutup Jhon. 

Tidak hanya itu, kata dia, DPRD adalah lembaga para wakil rakyat. Berbagai hararapan dan aspirasi masyarakat dititipkan melalui DPRD.

Karena itu, penentuan orang nomor satu di DPRD Sulsel itu menarik perhatian banyak publik. Sebab dikuatirkan, ke depan akan mementingkan pada kelompok tertentu. “Kita masyarakat tidak ingin itu terjadi,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir berdalih, pihaknya saat ini masih menunggu putusan DPP. Di internal Golkar punya mekanisme menentukan atau menunjuk kadernya menduduki sebuah jabatan. 

“Kalau dikatakan telat tidak juga, karena kan saat ini sudah ada ketua sementara,” tuturnya. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : taqim


Comment

Loading...