Mengaku Pejabat Kemenhub, Edho Faqih Menipu Rp1,5 Miliar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SERANG – Petugas Polsek Curug, Kota Serang, Banten, menangkap Edho Auffijjar Faqih (28), di rumahnya kawasan Peninggaran, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (2/10). Dia mengaku Pejabat Kemenhub RI dan diringkus atas tuduhan penipuan senilai Rp1,5 miliar lebih.

Tuduhan itu dilaporkan oleh pengusaha asal Kota Serang bernama Muhidin. Berawal dari pertemuan tak sengaja antara Muhidin dengan Edho di Kantor Bina Remaja, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (11/9).

Saat itu Edho mengaku sebagai pejabat di Kemenhub RI. Dia menawarkan proyek pengadaan perangkat lunak rehabilitasi gedung utama publikasi di Kemenhub tahun anggaran 2019.

Proyek itu terkait pengadaan software digital signage NDS Solution 2352 ver. 3.3 unlimited sebanyak 10 unit dan software adobe colt fusion 2016 SE AOO License sebanyak 10 unit dengan nilai Rp 10 miliar lebih. “Ada dua paket yang ditawarkan pelaku kepada korban,” kata Kapolsek Curug Iptu Shilton, Rabu (2/10).

Agar korban tertarik, Edho menunjukkan selembar surat perintah kerja (SPK) palsu berlogo Direktorat Pusat Perhubungan Darat Kemenhub RI. Namun, proyek itu tidak gratis.

Pembobol ATM Bermodal Lem, Seperti Ini Aksinya

Guru dan Siswa SMAN 1 Makassar Waswas, Ini Penyebabnya

Selingkuh Berawal dari Curhat, Sudah Sewa Pembunuh

AAS: Surya Paloh Perjuangkan Uwe Aras Pimpin Golkar Sulbar

Temui KH Abdul Hayyie Na’im, Hasto Kristiyanto Ungkap Ini

Edho yang mengaku Pejabat Kemenhub meminta korban memberikan uang Rp 1,5 miliar sebagai tanda jadi. Korban yang tergiur memutuskan mentransfer uang Rp 1,5 miliar.

“Pihak kementerian tidak pernah mengeluarkan surat SPK pengadaan perangkat lunak. Bahkan pejabat yang menandatangan di lembaran SPK juga sudah meninggal dunia jauh sebelum lembar SPK tersebut dikeluarkan. Jadi intinya SPK yang diberikan pelaku ini bodong,” kata Shilton.

Usai uang ditransfer, Edho yang mengaku Pejabat Kemenhub menghilang. Nomor ponselnya sudah tidak aktif. Korban yang tidak mendapat kejelasan memutuskan mendatangi kantor Kemenhub RI.

Saat mengonfirmasi, Kemenhub memastikan tidak ada paket pekerjaan tersebut. Korban yang merasa tertipu kemudian melapor ke Mapolsek Curug.

Usai menerima laporan, polisi langsung melacak keberadaan pelaku. Rabu (2/10) dini hari, polisi menyergap kediaman pelaku. “Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat mencoba kabur melalui pintu belakang rumahnya, namun kami berhasil pergoki karena seluruh akses keluar sudah kami jaga,” kata Shilton. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...