Selain Uwe Aras, Ibnu Munzir Sebut Golkar Juga Restui ABM

Jumat, 4 Oktober 2019 15:01

FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Bursa calon ketua Golkar Sulbar terus mencuat. Setelah nama Bupati Mamuju Tengah (Mateng) yang juga mantan Ketua Demokrat Sulbar, Aras Tammauni (Uwe Aras) mencuat, kini santer disebut nama Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM).

Soal kans nama ini tak dibantah Plt Ketua Golkar Sulbar, Ibnu Munzir. Kepada FAJAR, mantan anggota DPR RI ini menyampaikan bila ABM juga mendapat restu DPP Partai Golkar untuk memimpin partai ini di Sulbar. “Ali Baal juga sudah mengantongi restu, hehe…..,” kata Ibnu Munzir via pesan WhatsApp, Jumat, 4 Oktober.

Hanya saja secara normatif, dia menyampaikan bila di Golkar ada Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan petunjuk organisasi (PO) terkait syarat calon ketua partai baik di tingkat kabupaten maupub provinsi. Yakni dalam ART mensyaratkan untuk ketua harus aktif selama lima tahun terakhir. “Dan kalau di PO, untuk ketua disyaratkan tidak ada anggota keluarga, isteri dan anak berada di partai lain atau menjadi anggota DPR atau DPRD dari partai lain,” bebernya.

Jusuf Kalla Bersama KH Ma’ruf Amin dan HM Alwi Hamu

Nita Thalia: Sabar Itu Ikhlas, Bukan Berarti Gue Mau Dimadu Lagi

Anggun C Sasmi Menanjak di Tangga Lagi Billboard Amerika

Ekowisata Salo Karajae Parepare Tak Terurus, Ada Saset Sabu

AAS: Surya Paloh Perjuangkan Uwe Aras Pimpin Golkar Sulbar

Soal kans dua nama ini juga ditanggapi Ketua AMPG Sulbar, Arsad Idrus. Lantaran baik Uwe Aras dan ABM saat ini memiliki kerabat sebagai anggota DPR RI di partai lain. Arsad menyampaikan yang membuat Partai Golkar tetap menarik pasca reformasi karena mampu mengubah diri dari partai figur menjadi partai yang sistemik terlembaga.

“Dulu, pengambilan keputusan Partai Golkar terpusat pada tokoh tertentu. Pasca reformasi, keputusan dan kebijakan partai dibuat secara kelembagaan, jadi bukan diputuskan sesuai selera pribadi orang-orang, ” kata Arsad. Menurutnya, tidak penting siapa yang membuat keputusan di Golkar. Lebih penting adalah keputusannya berdasarkan aturan (AD/ART) yang ada. Sebab disitu kekuatan Golkar sesungguhnya.

Bila hal ini dilanggar, Arsad secara terang menyampaikan Partai Golkar mundur ke era otoriter. “Partai Golkar tidak memiliki Figur Sentral, kemudian Aturan tidak dijalankan, kader akan cakar cakaran, dan itu artinya Partai Golkar on the track menuju partai gurem, mungkin akan jadi fosil, ” bebernya. (nur)

Bagikan berita ini:
2
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar