Warga Histeris, Buaya Sepanjang 5 Meter Lebih Tiba-tiba Muncul

FAJAR.CO.ID,KOTIM--Seekor buaya berukuran besar muncul di Sungai Seranau, Desa Palangan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Panjang satwa yang diperkirakan lebih dari 5 meter itu membuat warga ketakutan.

Buaya itu dikabarkan membuat perahu warga tenggelam saat memangsa seekor kucing. Predator tersebut juga sering menampakan diri dengan menaiki lanting warga. Hal itu diungkap Nadus, perangkat Desa Palangan, Rabu (2/10).

”Jika dibayangkan, kita duduk di atas buaya tersebut, kaki kita tak bakal sampai ke tanah karena besarnya buaya itu,” kata Nadus.

Nadus menuturkan, kemunculan predator itu menggegerkan warga karena tiba-tiba menaiki lanting milik mertua Sekretaris Desa Palangan, Supriadi Sarenus. Saat buaya itu muncul, tak ada satu pun warga yang berani mendekat, apalagi mencoba untuk mengusirnya.

Hingga Selasa (1/10) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, buaya itu kembali menaiki lanting warga. Kejadian itu kembali menyedot perhatian warga sekitar lokasi kejadian. Saat warga histeris, buaya tersebut langsung menjauh, kembali sungai.

”Saya salah satu orang yang menyaksikan dengan kejadian tersebut. Kemunculannya tidak hanya sekali, tapi berkali-kali,” bebernya.

Nadus berharap Pemkab Kotim segera menangani permasalahan tersebut sebelum ada korban jiwa. Sebab, masyarakat, khususnya di Desa Palangan, sangat bergantung pada Sungai Seranau.

”Kalau bisa, pemerintah segera memindahkan buaya tersebut ke tempat lainnya. Saya khawatir terjadi apa-apa dengan warga di sini. Apalagi masalah ini cukup serius, sehingga harus dilakukan dengan serius juga. Kami, pihak desa sudah mengimbau agar warga sementara ini tidak beraktivitas di sungai sebelum buaya itu diamankan,” ujarnya.

Kepala Desa Palangan Anastasius Delik mengatakan, hampir tiga malam ini buaya itu muncul. Selain ukurannya tergolong besar, moncongnya juga panjang.

Dia menduga buaya itu sedang mengincar mangsanya, terutama ternak babi warga sekitar. Pasalnya, buaya itu sering muncul di dekat kandang babi warga.

”Di dekat sungai kan ada kandang babi. Kami menduga buaya itu mengincar babi di kandang," kata dia.

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah meminta nelayan mengurangi aktivitas di sungai yang masuk wilayah hukum Polsek Kotabesi. Selain nelayan, warga di sekitar lokasi kejadian juga diminta waspada dan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak mengundang hewan predator itu muncul.

”Dalam waktu dekat ini kami akan ke lokasi menelusuri dan mencari tahu di mana buaya tersebut muncul. Insya Allah kami akan segera memasang perangkap atau alat pancing buaya. Mudah-mudahan warga mengerti mengurangi aktivitas di sungai. Sebab, itu juga demi keselamatan mereka,” ucapnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...