Perebutan Pimpinan DPRD Masih Panas, Orang Lama Berpeluang Besar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perebutan kursi ketua DPRD Sulsel masih panas. Ada tujuh nama memperebutkan jabatan pimpinan DPRD Sulsel kali ini.

Dari tujuh nama tersebut, tiga orang merupakan anggota DPRD Sulsel yang kembali terpilih, yakni Andi Ina Kartika Sari, Fachruddin Rangga, dan Sofyan Syam. Sedangkan empat penantang lainnya Andi Hatta Marakarma (Mantan Bupati Lutim dua periode), Zulkifli Zain (Mantan Ketua DPRD Sidrap), John Rende Mangontan (Pengusaha asal Papua), dan Rahman Pina (Legislator Makassar dua periode).

Pengamat politik Unhas, Andi Ali Armunanto, menilai, peluang kursi pimpinan DPRD Sulsel itu diisi orang lama. Pasalnya, mereka mengetahui konstalasi politik yang ada. Selain kedekatan dengan pimpinan partai juga akan menjadi bahan perimbangan lain.

“Saya lihat peluang terbesar ada di orang lama. Jaringan akan menjadi penentu,” kata Ali.

Kaprodi Ilmu Politik FISIP Unhas ini juga menuturkan, meski peluang orang lama besar, peluang pendatang baru tetap terbuka. Kepintaran memanfaatkan moment dan kedekatan dengan pimpinan bisa mengubah arah kebijakan.

“Kita lihat saja dalam waktu dekat ini siapa yang komunikasinya baik dan deal politiknya bagus akan berpeluang jadi pimpinan,” ungkapnya.

Terpisah, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Dr Aswar Hasan mengatakan, semua nama yang muncul memiliki peluang yang sama. Sosok ketua DPR Provinsi Sulsel ke depan akan sangat tergantung pada kepentingan politik kekuasaan partai dan relasi fungsional dengan pemerintah di Sulsel yang bisa memperkuat partai ke depan. Serta bisa menjaga wibawa dan menaikkan pamor Partai Golkar di Sulsel.

“Siapa sosok yang memiliki kapasitas untuk hal tersebut dialah yang layak. Tak etis kalau saya sebut nama, tetapi kayaknya siapa yang bisa mengakomodasi kepentingan politik ketua Golkar Sulsel dan mendapat restu DPP Golkar itulah orangnya,” akunya.

Pria yang menjabat komisioner KPI ini menambahkan, semua peserta memiliki peluang, tergantung akses lobi dan koneksi. Namun, tentunya didukung oleh kompetensi dan kapasitas leadership masing-masing.

“Semua masih meraba-raba siapa yang ditunjuk. Pastinya sekarang sudah masuk dalam lobi-lobi tingkat tinggi,” tambahnya. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...