Rumahnya Terbakar, Buruh Tani Ini Butuh Uluran Tangan

Sabtu, 5 Oktober 2019 13:47
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Namanya Sule. Usianya sudah 62 tahun. Rumahnya terbakar, seluruh hartanya juga ludes. Kini dia tinggal di rumah tetangganya. Dia sangat membutuhkan bantuan.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu, 2 Oktober di Tata, Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru itu tak diketahuinya. Sebab, saat itu Sule pergi menonton di rumah kerabatnya yang berjarak sekira 150 meter. Dia baru mengetahui rumahnya terbakar saat api sudah membesar.

Maklum tempat tinggal Sule memang berada di atas gunung. Sesampainya di rumahnya dia hanya bisa terdiam melihat tempat satu-satunya itu rata dengan tanah. “Saya pergi menonton di rumah teman, pas pulang api sudah membesar,” kata Sule Sabtu (5/10/2019).

Seluruh penghasilannya selama dua tahun ludes terbakar. Ada 10 karung padi. Itu didapatkannya selama menjadi buruh tani dua tahun terakhir ini. Ada juga emas lima gram, serta uangnya yang tinggal selembar Rp100 ribu juga ikut terbakar. Dia hanyalah buruh tani.

“Padi yang saya kumpul semua ikut terbakar. Ada 10 karung. Itu saya dapatkan setelah berpindah-pindah dari sawah satu ke sawah lainnya,” beber Sule yang hanya mengenakan sisa pakaiannya.

Di rumah itu ada tujuh orang yang tinggal. Ada tiga anak sekolah yang masih duduk di bangku SD. Seluruh pakaian terbakar. Mereka butuh uluran tangan. Terutama ketiga anak sekolah itu.

Saat ini bantuan dari pemerintah Desa Mamminasae sudah ada, bantuan dari masyarakat Lappa Paobeddae yang dikumpul juga sudah tersalurkan. Setidaknya bisa meringankan beban Sule. (gun)

 

Bagikan berita ini:
1
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar