Istri Pulang ke Sulawesi, Idang Pilih Tiduri Anak Tiri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Idang, 34, warga kampung Harapan Maju, Kecamatan Tabalar, Berau, Kalimantan Timur, ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), anak tirinya sendiri. Aksi itu dilakukan saat istri Idang tak di rumah.

Perbuatan tak senonoh itu terjadi, pada Selasa (17/9) lalu saat istri pelaku pulang ke kampung halaman. Peristiwa itu terungkap setelah korban menceritakan perbuatan ayah tiri bejatnya itu kepada gurunya pada Kamis (3/10) lalu.

Kapolsek Tabalar Iptu Ridwan Harahap yang dikonfirmasi menuturkan, kejadian bermula ketika ibu korban berinisial AE, 33, pulang ke Sulawesi selama sepekan.

Namun, sekitar pukul 03.00 Wita, korban dan pelaku tidur bersama dengan adik tiri korban yang berusia 4 tahun.

Saat itu, pelaku terbangun, kemudian menjalankan perbuatan bejatnya. Setelah mengerjai anak tirinya, Idang menyuruh korban ke kamar mandi.

“Pelaku mengatakan, saat kejadian dia mengira itu istrinya,” ujar Ridwan.

Pelaku Idang kembali melakukan aksi bejatnya untuk kedua kalinya, di malam yang sama. Korban yang takut hanya bisa pasrah dengan perlakuan ayah tirinya. Saat ibu pulang, Bunga menceritakan peristiwa nahas yang menimpanya. Namun, sang ibu tidak percaya yang diucapkan anaknya.

“Dibilang tidak mungkin suaminya seperti itu,” lanjut perwira balok dua itu.

Survei LSI: 12,9 Persen Dukung Jokowi Tak Terbitkan Perppu

YLBHI Cium Aroma Upaya Menunggalkan Narasi Soal Papua

Masuk Musim Tanam, Begini Cara Daftar AUTP

Survei LSI Soal Demo Mahasiswa, Seperti Ini Faktanya

Muhammad Basurrah Narkoba Lagi, Wirdha Sylvina Bilang Ini

Bunga yang kalut, menceritakan kepada gurunya di sekolah. Sang guru pun melaporkan ke Polsek Tabalar. Pihaknya lantas meringkus pelaku.

“Setiap buang air kecil selalu sakit,” ungkap Ridwan.

Korban juga menjelaskan saat diperiksa, dia diancam dibunuh pelaku, jika tidak menuruti nafsu bejatnya saat itu. Korban trauma bertemu dengan pelaku.

Pelaku Idang dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (UU) Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami masih dalami keterangan pelaku, pengakuannya hanya dua kali, malam itu saja beraksi. Dia terancam kurungan di atas 10 tahun,” pungkasnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment