Nostalgia JK di Kampung Halaman, Cerita Kenangan SD hingga DI TII

Minggu, 6 Oktober 2019 20:08

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla menutup kunjungan kerjanya di kampung halamannya sendiri, Bone. Ada nostalgia JK di hadapan masyarakat.

Kunjungan kerja yang dilakukannya itu untuk meresmikan Politeknik Teknologi Negeri Bone, sekaligus menyerahkan tiga alat berat jenis loader ke Pemkab Bone, dan 10 motor sampah untuk pengelolaan sampah yang lebih baik Minggu (6/10/2019).

Usai meresmikan Politeknik, JK langsung menuju Rujab Bupati. Dia mulai bercerita. “Saya masih ingat SD Negeri 2. Di situ dulu saya sekolah. Dari dulu juga selalu nomor 2,” ucapnya yang membuat masyarakat tertawa.

Dia melanjutkan nostalgia. Untuk mengukur suatu daerah itu maju lihat saja seberapa banyak mobil di daerah itu, dan seberapa banyak haji. “Itu tolak ukur kemajuan,” sebutnya.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Kondisi petani padi. Jika petani yang lainnya sudah naik haji, petani padi masih harus berusaha. “Petani udang naik haji jual udang, petani kopi naik haji jual kopi, petani padi naik haji jual sawah,” kelakarnya.

Wagub Sulsel Mengaku Kesulitan Mengikuti Jejak Wapres JK

Politeknik Hadir di Bone, JK Ingin Bajoe Jadi Daerah Pendidikan

Navy Runners Lantamal VI ikuti Teh Gelas Fajar Run 2019

Sukseskan Langit Biru, BSN dan Jateng Gelar E-Bike Ride

Aiptu Pariadi dan Istri Tewas Mengenaskan, Ada Suara Tembakan

Suami Mufidah itu mengakui untuk ukuran orang pintar ada di Soppeng, kalau orang Bone pemberani. Tetapi, pemberani positif. “Saya banyak belajar pada Jenderal M Jusuf. Kenapa? Pada waktu pemberontakan DI TII, dia mengatakan kepada Bung Karno, apapun masalahnya dia harus jadi panglima,” ucapnya.

Kenapa sampai mau jadi panglima? Sebab, untuk menyelesaikan pemberontakan DI TII. Dia (Jusuf) tidak mau orang lain menyelesaikan ini, nanti dianggap nanti pengkhianat. Sama dengan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin.

“Makanya yang dianggap mengalahkan Kahar adalah Jenderal Jusuf walaupun pasukannya dari Siliwangi. Jadi, orang bugis tidak pernah dikalahkan, hanya pasukan dari luar yang dibawa Jenderal Jusuf. Mohon maaf bapak panglima,” candanya ke masyarakat dan Pangdam XIV Hasanuddin. (gun)

Komentar


VIDEO TERKINI