Survei LSI Soal Demo Mahasiswa, Seperti Ini Faktanya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei terkait persepsi publik mengenai demonstrasi mahasiswa yang belakangan terjadi di berbagai daerah.

Aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini masif terjadi di berbagai daerah. Mereka menolak disahkan revisi UU Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemerintah kemudian menarasikan kalau demonstrasi mahasiswa ditunggangi kelompok tertentu.

Survei LSI menunjukkan, sedikit masyarakat yang menilai demonstrasi mahasiswa ditunggangi oleh kelompok yang anti terhadap Presiden Joko Widodo.

Dalam survei teranyar LSI, sebanyak 16,4 persen responden menilai demonstrasi mahasiswa belakangan ini digerakkan oleh orang-orang yang anti Jokowi. Namun, hanya 11,8 persen responden menilai gerakan mahasiswa ditumpangi oleh kelompok anti Jokowi.

“Kalau kita lihat hanya 11,8 melihat demonstrasi ditumpangi. 16,4 persen responden, demonstrasi digerakkan orang anti Jokowi,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam rilis survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/10).

Menurut Djayadi, publik kini bisa membedakan demonstrasi arus utama mahasiswa yang bertujuan untuk menentang revisi UU KPK dan sejumlah rancangan undang-undang.

“46,8 masyarakat bisa membedakan ada yang ingin gagalkan pelantikan dan ada demo yang menentang revisi UU KPK,” ucap Djayadi.

Sementara itu, lebih besar responden menilai demonstrasi mahasiswa bukan untuk menggagalkan pelantikan presiden. Sebanyak 35,2 persen masyarakat setuju demonstrasi untuk menggagalkan pelantikan presiden.

Tapi, 43,9 persen tidak setuju demonstrasi mahasiswa untuk menggagalkan pelantikan presiden.
“Cukup banyak demo dianggap untuk menggagalkan pelantikan sebanyak 35,2 persen. Tapi lebih banyak lagi yang tidak setuju,” jelas Djayadi.

Muhammad Basurrah Narkoba Lagi, Wirdha Sylvina Bilang Ini

Raffi Ahmad Bilang Ini Soal Rumah Tangga Retak

Finalis Duta Antinarkoba Maros Kampanye Door to Door

Adyla Rafa Naura Ayu: Paling Takut Kalau Papa Sudah Begitu

Ketua YLBHI Asfinawati: Jadi Diuji Kenegarawanan Presiden

Untuk diketahui, LSI melakukan survei melalui sambungan telepon pada 4-5 Oktober 2019. Survei melibatkan 1.010 responden yang dipilih secara stratified random sampling para responden yang pernah menjadi sampel LSI sebelumnya. Survei memiliki margin of error 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto tak menginginkan adanya demonstrasi mahasiswa yang kerap terjadi di sejumlah daerah. Dia menginginkan agar mahasiswa mengirimkan perwakilannya.

“Ketimbang kita ramai-ramai di jalan, nanti ditunggangi oleh pihak-pihak lain, menimbulkan kekacauan, akan merugikan masyarakat dan merugikan kita semua. Itu sebenarnya yang kita harapkan seperti itu,” ucap Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (23/9).

“Oleh karena itu, kembali tadi sebagai insan mahasiswa yang intelektualitas yang sangat tinggi, saya kira memahami masalah ini. Kita ajak supaya masuk ke proses yang sehat seperti itu,” pungkasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...