Jelang Pilkada Pangkep 2020, Ini Gambaran Kekuatan Calon

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PANGKEP– Jelang pilkada Pangkep 2020, elektabilitas mantan Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assegaf meroket. Bahkan, elektabilitas Rahman mengalahkan elektabilitas Wakil Bupati Pangkep saat ini, Syahban Sammana dan Sofyan Syamsuddin yang tak lain anak Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid.

Berdasarkan hasil survei Jaika Counsultant, saat simulasi 20 calon bupati, 10 calon bupati, 5 calon dan 3 calon bupati, elektabilitas Rahman tetap teratas jelang pilkada Pangkep 2020.

Pada simulasi 20 nama calon, elektabilitas Rahman berada di angka 33, 75 persen, kemudian disusul Muh Yusran Lalogau dengan elektabilitas 12,25 persen. Selanjutnya diurutan ketiga bertengger Syahban Sammana dengan elektabilitas 6,25 persen, kemudian diurutan empat dan lima ada Sofyan Syamsuddin 4,75 persen dan Taufik Fachruddin 3,25 persen.

Elektabilitas Rahman pun tak tertandingi saat simulasi lima calon bupati. Ia berhasil meraih tingkat keterpilihan hingga 36,5 persen, kemudian urutan kedua tetap Yusran dengan 13,7 persen.

Pendaftaran CPNS 2019 November, Pelamar Diperkirakan 5 Juta

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Bupati Ingin Gaji Rp100 Juta

Anggota DPR RI Mulan Jameela Digugat Setelah Dilantik

Botol Musik Tak hanya Malam Juga Beroperasi Siang Hari

IMM Sinjai Kumpulkan Bantuan untuk Korban Gempa Ambon

Direktur Jaika Consultant, Jamaluddin Omel mengatakan survei ini dilaksanakan pada, 20 hingga 27 September 2019, pada 13 kecamatan di Kabupaten Pangkep dengan jumlah responden 400 orang jelang pilkada Pangkep 2020.

“Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan tingkat error lebih atau kurang 4,9 persen. Hasil survei menunjukan bahwa calon bupati Abd Rahman yang paling kuat dan sangat berpeluang memenangkan Pilkada Pangkep 2020,” jelasnya, Senin (7/10/2019).

Omel mengatakan, tingkat elektabilitas Rahman jelang pilkada Pangkep 2020 tinggi disebabkan sejumlah aspek, diantaranya karakter figurnya dinilai sangat bagus oleh publik.

“Utamanya dari sisi kepemimpinan, sikap, kejujuran, kedermawanan, keimanan, serta Rahman juga mantan wabup dan pernah menjadi calon bupati pilkada yang lalu yang selisih suaranya hanya tiga persen dengan pemenang. Alasan kedua, dia mampu merawat konsituennya dengan baik sehingga pemilihnya pada periode lalu masih loyal ke dia,” kata mantan Ketua KPU Pinrang ini.

Alasan ketiga, lanjut alumni Unhas ini, karakter Rahman yang petarung dan berani melawan kekuasaan membuat publik yang tidak sependapat dengan kebijakan bupati saat ini sebagian besar mendukung Rahman. (fit)

  • Bagikan