Ketua DPR RI Puan Maharani Jamin Tak Ulangi Luka 2014

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menjamin pembagian alat kelengkapan dewan (AKD) akan dilakukan secara proporsional. Hal ini untuk menghindari peristiwa pembagian AKD pada awal periode 2014-2019 lalu terulang.

“Saya berharap yang terjadi lima tahun lalu itu tidak akan terjadi lagi,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

Puan menilai yang telah terjadi saat itu merupakan sebuah luka sejarah. Sebab, ujar dia, proses demokrasi yang sudah dilakukan melalui pemilu menjadi berantakan karena tidak saling menghargai dan menghormati. “Karena itu, ke depan ini harus saling menghormati dan menghargai,” ujarnya.

Camat Panakkukang Muh Thahir Rasyid Bersih-bersih Bersama Satgas Panakkukang

Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Warga Potong Kambing

Jelang Pilkada Pangkep 2020, Ini Gambaran Kekuatan Calon

Pendaftaran CPNS 2019 November, Pelamar Diperkirakan 5 Juta

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Bupati Ingin Gaji Rp100 Juta

Karena itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan proses dan mekanisme penentuan AKD pada periode 2019-2024 ini akan dilakukan lebih baik. Dia mengungkapkan, pertama akan ada rapat konsultasi dulu dengan pimpinan terkait hal-hal yang akan dibahas bersama dengan pemimpin pimpinan fraksi, Senin (7/10). Kemudian diteruskan rapat konsultasi dengan para pimpinan fraksi terkait dengan penentuan AKD-AKD.

“Berapa jumlah anggota setiap fraksi, berapa komisi yang akan ditentukan, kemudian setiap fraksi akan mendapatkan berapa pimpinan atau anggota yang akan masuk ke dalam setiap komisi,” ujarnya.

Menurut Ketua DPR RI Puan Maharani, sesuai Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), pembagian itu akan proporsional sesuai perolehan kursi atau suara saat pemilu. “Namun, saya berharap bahwa semua proses ini tetap saja akan kami lakukan secara musyawarah mufakat,” ungkap Puan. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment