Berorientasi Kekuasaan, Golkar Sulsel Rugikan Masyarakat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Teka-teki siapa Ketua Definitif DPRD Sulsel belum juga terjawab. Di mana, pucuk pimpinan DPRD Sulsel itu milik Partai Golkar.

Alhasil, Anggota DPRD Sulsel belum bisa bekerja maksimal karena hingga saat ini belum ada pelantikan pimpinan definitif. 

Hal ini berpengaruh terhadap sejumlah agenda yang saat ini menjadi konsentrasi anggota DPRD Sulsel pasca dilantik beberapa waktu lalu.

Di mana diketahui, dari 5 partai yang mendapatkan unsur pimpinan, 4 diantaranya telah mengusulkan nama-nama calon pimpinannya kepada Sekretariat DPRD Sulsel. Tinggal dari Partai Golkar yang belum jelas.

Mereka masing-masing Nasdem Syaharuddin Alrif, Gerindra Darmawangsyah Muin, Demokrat Ni’matullah, dan PKS Muzayyin Arif.

Sementara partai Golkar sampai saat ini masih terjadi tarik menarik sehingga belum diputuskan siapa ketua DPRD Sulsel definitif. Dinamika di partai Golkar Sulsel yang diketuai oleh Nurdin Halid ini menyebabkan sejumlah agenda DPRD Sulsel ‘tersandera’. 

Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) pun angkat bicara terkait hal ini. 

Parpol semestinya harus objektif melihat bahwa sekarang memasuki tahapan pembahasan APBD. “Keterlambatan penentuan pimpinan ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pembahasan APBD 2020 yang merugikan masyarakat,” kata Direktur Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Musaddaq, Selasa, 8 Oktober.

Sehingga karena itu, pihaknya berharap agar para elite Partai Golkar Sulsel tidak mengedepankan orientasi lain apalagi mementingkan kepentingan tertentu. “Jangan sampai politisi hanya memikirkan kekuasaan dan lupa bahwa mereka sedang membajak kepentingan publik untuk menikmati APBD,” singkatnya lagi.

Penundaan penetapan pimpinan oleh Golkar ini, tentu akan menyandera kerja-kerja legislatif terutama dalam pengambilan keputusan di DPRD Sulsel.

Di tempat yang berbeda, Ketua DPRD Sulsel sementara, Andi Ina Kartika mengatakan mekanisme penentuan nama calon ketua DPRD Sulsel definitif masih berproses.

“Partai Golkar itu punya mekanisme, jadi mekanisme partai masih berjalan, jadi teman-teman silahkan menunggu,” kata Andi Ina Kartika Sari. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment