Dinamika Golkar soal Pimpinan Definitif Sandera Agenda DPRD Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Anggota DPRD Sulsel belum bekerja maksimal karena hingga saat ini belum ada pelantikan pimpinan definitif. Hal ini berpengaruh terhadap sejumlah agenda yang saat ini menjadi konsentrasi anggota DPRD Sulsel pasca dilantik beberapa waktu lalu.Padahal dari 5 partai yang mendapatkan unsur pimpinan, 4 di antaranya telah mengusulkan nama-nama calon pimpinannya kepada Sekretariat DPRD Sulsel.Mereka masing-masing Nasdem Syaharuddin Alrif, Gerindra Darmawangsyah Muin, Demokrat Ni'matullah, dan PKS Muzayyin Arif.Sementara partai Golkar sampai saat ini masih terjadi tarik menarik sehingga belum memutuskan siapa ketua DPRD Sulsel definitif. Dinamika di partai Golkar ini menyebabkan sejumlah agenda DPRD Sulsel tersandera.Direktur Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Musaddaq mengatakan partai Golkar mestinya harus objektif melihat bahwa sekarang memasuki tahapan pembahasan APBD pokok 2020."Keterlambatan penentuan pimpinan ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pembahasan APBD 2020, dan tentu yang dirugikan adalah masyarakat," kata Musaddaq, Selasa, (08/10/2019).Penundaan penetapan pimpinan oleh Golkar ini, tentu akan menyandera kerja-kerja legislatif terutama dalam pengambilan keputusan di DPRD Sulsel."Kopel harap jangan sampai politikus hanya memikirkan kekuasaan dan lupa bahwa mereka sedang membajak kepentingan publik untuk menikmati APBD," pungkas Musaddaq.Ketua sementara DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika mengatakan mekanisme penentuan nama calon ketua DPRD Sulsel definitif masih berproses di DPP partai Golkar."Partai Golkar itu punya mekanisme, jadi mekanisme partai masih berjalan, jadi teman-teman silahkan menunggu," kata Andi Ina Kartika Sari di DPRD Sulsel.Ina memastikan DPP Golkar akan memasukan nama calon pimpinan DPRD Sulsel definitif paling lambat Rabu (9 Oktober) nanti.Ia membantah jika dengan penundaan penetapan nama calon ketua DPRD definitif Golkar ini juga menghambat kerja DPRD. Terutama dalam menghadapi pembahasan APBD Pokok 2020."Tentu partai Golkar itu tidak akan menghambat apa yang harus berjalan di lembaga DPRD ini. Insya Allah satu dua hari ini itu sudah ada," ucapnya. (fik)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota DPRD Sulsel belum bekerja maksimal karena hingga saat ini belum ada pelantikan pimpinan definitif. Hal ini berpengaruh terhadap sejumlah agenda yang saat ini menjadi konsentrasi anggota DPRD Sulsel pasca dilantik beberapa waktu lalu.

Padahal dari 5 partai yang mendapatkan unsur pimpinan, 4 di antaranya telah mengusulkan nama-nama calon pimpinannya kepada Sekretariat DPRD Sulsel.

Mereka masing-masing Nasdem Syaharuddin Alrif, Gerindra Darmawangsyah Muin, Demokrat Ni’matullah, dan PKS Muzayyin Arif.

Sementara partai Golkar sampai saat ini masih terjadi tarik menarik sehingga belum memutuskan siapa ketua DPRD Sulsel definitif. Dinamika di partai Golkar ini menyebabkan sejumlah agenda DPRD Sulsel tersandera.

Direktur Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Musaddaq mengatakan partai Golkar mestinya harus objektif melihat bahwa sekarang memasuki tahapan pembahasan APBD pokok 2020.

“Keterlambatan penentuan pimpinan ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pembahasan APBD 2020, dan tentu yang dirugikan adalah masyarakat,” kata Musaddaq, Selasa, (08/10/2019).

Penundaan penetapan pimpinan oleh Golkar ini, tentu akan menyandera kerja-kerja legislatif terutama dalam pengambilan keputusan di DPRD Sulsel.

“Kopel harap jangan sampai politikus hanya memikirkan kekuasaan dan lupa bahwa mereka sedang membajak kepentingan publik untuk menikmati APBD,” pungkas Musaddaq.

Ketua sementara DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika mengatakan mekanisme penentuan nama calon ketua DPRD Sulsel definitif masih berproses di DPP partai Golkar.

“Partai Golkar itu punya mekanisme, jadi mekanisme partai masih berjalan, jadi teman-teman silahkan menunggu,” kata Andi Ina Kartika Sari di DPRD Sulsel.

Ina memastikan DPP Golkar akan memasukan nama calon pimpinan DPRD Sulsel definitif paling lambat Rabu (9 Oktober) nanti.

Ia membantah jika dengan penundaan penetapan nama calon ketua DPRD definitif Golkar ini juga menghambat kerja DPRD. Terutama dalam menghadapi pembahasan APBD Pokok 2020.

“Tentu partai Golkar itu tidak akan menghambat apa yang harus berjalan di lembaga DPRD ini. Insya Allah satu dua hari ini itu sudah ada,” ucapnya. (fik)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment