Meski Head to Head, Pengamat: Bupati Indah Sulit dikalahkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Penantang petahana Tahar Rum yang juga merupakan wakil bupati Luwu Utara, menyiapkan skenario head to head untuk menumbangkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Sekalipun head to head pengamat politik menilai Indah sulit ditumbangkan.Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menilai posisi sebagai petahana tentu selalu diuntungkan, apalagi saat masa jabatan pemerintahan berjalan normal."Petahana selalu diuntungkan ketika pemerintahan normal. Di situ dia dapat untung popularitas positif, selain petahana memiliki kendali dan loyalitas ASN," kata Andi Ali.Selain itu, lanjut Andi Ali, petahana selama berkuasa memiliki akses program pemerintahan, meskipun ada larangan menjanjikan program pemerintah, tapi tidak ada larangan mengklaim hasil itu."Wakil bupati yang maju jarang menang jika melawan petahana. Kecuali bupatinya bermasalah. Ibu Indah saat head to head kemarin kan menang karena bupatinya memang bermasalah," ungkap ketua jurusan Ilmu Politik Unhas itu, Selasa, 8 Oktober.Dalam kondisi normal, lanjut Andi Ali, wakil bupati itu berada di posisi sub koordinat, meskipun populer dia tidak dikenal dalam kebijakan pemerintah. Yang selalu diuntungkan adalah bupati."Sejauh ini tidak ada hal-hal yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk menjatuhkan Indah, tidak pernah ada berita yang heboh terkait pemerintahannya. Bedah halnya jika bermaslah, tentu penantang apalagi head to head besar peluang untuk menang," pungkasnya. (bay)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penantang petahana Tahar Rum yang juga merupakan wakil bupati Luwu Utara, menyiapkan skenario head to head untuk menumbangkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Sekalipun head to head pengamat politik menilai Indah sulit ditumbangkan.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menilai posisi sebagai petahana tentu selalu diuntungkan, apalagi saat masa jabatan pemerintahan berjalan normal.

“Petahana selalu diuntungkan ketika pemerintahan normal. Di situ dia dapat untung popularitas positif, selain petahana memiliki kendali dan loyalitas ASN,” kata Andi Ali.

Selain itu, lanjut Andi Ali, petahana selama berkuasa memiliki akses program pemerintahan, meskipun ada larangan menjanjikan program pemerintah, tapi tidak ada larangan mengklaim hasil itu.

“Wakil bupati yang maju jarang menang jika melawan petahana. Kecuali bupatinya bermasalah. Ibu Indah saat head to head kemarin kan menang karena bupatinya memang bermasalah,” ungkap ketua jurusan Ilmu Politik Unhas itu, Selasa, 8 Oktober.

Dalam kondisi normal, lanjut Andi Ali, wakil bupati itu berada di posisi sub koordinat, meskipun populer dia tidak dikenal dalam kebijakan pemerintah. Yang selalu diuntungkan adalah bupati.

“Sejauh ini tidak ada hal-hal yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk menjatuhkan Indah, tidak pernah ada berita yang heboh terkait pemerintahannya. Bedah halnya jika bermaslah, tentu penantang apalagi head to head besar peluang untuk menang,” pungkasnya. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment