13 Hari IPA Pattontongan Mati, PDAM Merugi 343 Juta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAROS — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maros mengalami kerugian ratusan juta selama  Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan mati.

Kondisi ini berlangsung sejak musim kemarau atau sudah terjadi sejak suplai IPA Pattontongan mati 25 September hingga saat ini.

“Sejak 25 September atau 13 hari IPA Pattontongan mati. Sehingga berdampak pada suplai air bersih dibeberapa kecamatan. Yakni Mandai, Tanralili dan Marusu,” katanya 

Diakui Baddar tidak berfungsinya IPA Pattontongan ini membuat  PDAM Maros merugi sebesar Rp343 juta.

“Perhari kita merugi sekitar Rp26 juta. Jadi kalau selama 13 hari hitungannya sekitar Rp343 juta,” ungkapnya.

Dijelaskan Baddar kondisi ini pun berdampak pada sejumlah perumahan yang tersebar di tiga kecamatan yakni, Mandai, Marusu dan Tanralili.

“Ini berdampak terhadap 7.232 sambungan rumah atau pelanggan PDAM,” sebutnya.

Baddar menjelaskan sehari-harinya jika dalam keadaan normal kapasitas IPA Pattontongan ini memiliki kapasitas 90 liter per detik

Menyikapi permasalahan ini Baddar mengaku menyalurkan air bersih ke pelanggan PDAM yang tesebar di tiga kecamatan.

“Selama musim kemarau kita menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Mandai, Tanralili, dan Marusu. Ini upaya yang kita lakukan selama debit air dari IPA Pattontongan mati,” katanya.

Baddar mengakui jika akibat tidak beroperasinya mesin IPA ini menyebabkan pasokan air bersih ditiga kecamatan disinyalir akan terganggu yakni Kecamatan Mandai, Marusu dan Tanralili.

“Sehingga dari tiga kecamatan tersebut sedikitnya ada 7 ribu pelanggan PDAM akan merasakan dampak kekurangan pasokan air,” sebutnya.

Gangguan pelayanan air minum ini, kata dia, selain juga disebabkan oleh kemarau juga disebabkan adanya kebocoran.

“Kurangnya pasokan air IPA Pattontongan yang airnya bersumber dari Bendungan Lekopancing ini juga diperparah dengan banyaknya kebocoran di kanal,” katanya.

Menurutnya kebocoran pada kanal bukan hanya karena faktor alam tapi juga ulah warga sekitar yang disengaja.

Seperti warga yang mengambil air untuk kebutuhan pertanian atau areal persawahan mereka.

“Kita mengimbau kepada semua pihak untuk memahami dan menyadari bahwa air minum itu adalah prioritas,” imbaunya.(rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment