Infografis

Impor Melonjak, Neraca Perdagangan Sulsel Defisit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aktivitas importasi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan pesat pada Agustus 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat, nilai impor Sulsel pada Agustus mencapai US$ 114,80 juta atau mengalami peningkatan sebesar 40,25% bila dibandingkan nilai impor pada Juli 2019.

Peningkatan nilai impor tersebut ditopang oleh lima kelompok komoditas utama impor di antaranya, bahan bakar mineral 31,58%, ampas/sisa industri makanan 15,63%, gula dan kembang gula 14,94%, gandum ganduman 8,93%, dan mesin/peralatan listrik 7,31%.

Meningkatnya volume kelima komoditas itu terjadi akibat tingginya permintaan dalam negeri. Adapun lima negara asal impor terbesar yakni Singapura dengan nilai sebesar US$30,52 juta, Thailand US$17,72 juta, Argentina US$15,32 juta, Tiongkok US$12,87 juta, dan Itali dengan nilai US$6,66 juta.

Di sisi lain, aktivitas eksportasi pada Agustus 2019 juga mengalami peningkatan sebesar 12,47% dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai sebesar US$109,21 juta. Nikel masih menjadi komoditas unggulan ekspor yang merajai posisi pertama nilai teringgi sebesar US$72,45 juta.

Kedua aktivitas tersebut membawa neraca perdagangan Sulsel mengalami defisit sebesar US$5,59 juta. Nilai impor yang melesat tentu tak sebanding dengan peningkatan ekspor pada Agustus lalu. (Litbang-FAJAR)

Comment

Loading...