Kontaktor Berutang, Warga Ancaman Bongkar Jembatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Jembatan Callaccu di Desa Mattirowalie Kecamatan Maniangpajo, Wajo mendapatkan sorotan. Infrastruktur yang berada di jalur Trans Sulawesi, diancam bakal dibongkar.

Bahkan keluhan tersebut diungkapkan ke papan bekas. Kemudian dipasang di kedua sisi jembatan. Warga setempat, Amman mengatakan, pemasangan papan ini sebagai bentuk protes warga kepada pihak kontraktor. Hamka direktur PT. Nurul Fitrah Hidayah, yang mengerjakan Jembatan Callaccu pada tahun 2018 lalu.

“Kita punya andil pembangunan Jembatan Callaccu, karena kami yang bantu kontraktor memasukkan material seperti pasir, sampai jembatan selesai dikerja,” ujarnya kemarin.

Selain dirinya sudah merugi sekitar Rp10 juta. Ada warga lainnya juga mengalami hal yang sama, hingga merugi sebesar Rp100 juta.

“Kontraktornya pinjam uang karena anggaran jembatan lambat turun, sementara pembangunan jembatan sudah berjalan. Begitu ceritanya,” ungkapnya.

Maka dari itu, masyarakat berencana membongkar Jembatan Callaccu senilai Rp7 miliar dari APBN itu. Jika ganti rugi material yang telah dibantukan tidak dibayar.

“Sudah 10 bulan pembangunan jembatan selesai, baru sampai sekarang janji kontraktornya belum na tepati,” imbuhnya.

Senada, PPK 13 Koridor Bangkae – Anabanua -Tarumpakae-Batas Kabupaten Luwu, Husni Arafat mengaku, telah mendengar adanya polemik di jalur Trans Sulawesi diwilayahnya itu. Bahkan diakuinya, papan protes dipasang warga itu terkait pembayaran.

“Warga mengklaim ada hutang material yang belum dibayar kontraktor. Jadi ini masalah kontraktor dgn leveransir. Bukan masalah Kementerian PUPR,” tuturnya.

Dia menambahkan, papan tersebut sudah ada sejak minggu lalu. Sekarang terpasang 2 papan. Terakhir pemasangan dilakukan 4 hari yang lalu.

Hanya saja, ia tidak dapat berkomentar lebih panjang. Sebab polemik Jembatan Callaccu, pembangunannya dilaksanakan sebelum dirinya menjabat PPK 13.

“Saya kurang tau detailnya, silahkan langsung komunikasi dengan PPK terdahulu (Leatemia Leonardo, red), tandasnya.

Sementara, mantan PPK 13 Koridor Bangkae – Anabanua -Tarumpakae-Batas Kabupaten Luwu, Leatemia Leonardo membenarkan adanya polemik dalam pembangunan Jembatan Callaccu. Pihak kontraktor diakui memiliki utang piutang kepada warga sekitar.

“Benar begitu, kartu saya saja sudah diblokir sama dia (Hamka, red). Saya susah menghubungi dia sekarang,” tutupnya. (man)

Ketgam : Jembatan Callaccu di Desa Mattirowalie Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo berpolemik, warga sekitarmemasangi papan protes disisi jembatan, karena uangnya belum dikembalikan pihak kontraktor. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...