Orang Tuanya Meninggal di Kerusuhan Wamena, Polisi Bantu Biaya Sekolah Riskun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Pilu dan duka mendalam dirasakan korban kerusuhan Wamena, Riskun (7). Bocah ini ditinggal kedua orang tua dan saudaranya yang meninggal saat kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu. Saat ini, bocah malang itu tinggal di rumah neneknya di Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri.

Rasa empati ditunjukkan aparat kepolisian setempat. Kapolsek Segeri, Iptu Sumarto, datang ke kediaman Riskun di Kelurahan Bonto Matene, Selasa (8/10/2019). Ia memberi motivasi kepada anak korban kerusuhan ini untuk tetap bersekolah di Kecamatan Segeri.

Iptu Sumarto juga memberikan perlengkapan dan kebutuhan sekolah Riskun, agar dapat melanjutkan pendidikan dasar dekat rumah neneknya di Kampung Kacimpureng, Kelurahan Bontomatene itu.

“Nak kamu tidak sendirian, kami ada disini bersamamu, terus sekolah, belajar yang rajin dan menjadi anak yang berguna serta buat orang tuamu bangga di Surga, anak gagah jangan sedih, sekolah yang pintar, raih cita citamu, kami bersamamu,” bebernya.

Pada hari sebelumnya Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga juga datang langsung mengunjungi Riskun, Tulus terus memberikan semangat untuk tetap melanjutkan pendidikan dan semangat agar tetap kuat dan rajin belajar.

“Ini semata-mata dilakukan sebagai bentuk kepeduliaan kita terhadap sesama, apalagi anak ini masih harus terus berjuang hidup dan sekolah,” imbuhnya. (fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment