PBNU Berharap Ada Menteri Urusan Pesantren

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj berharap dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)–Ma’ruf Amin bisa membawa kebaikan untuk bangsa dikemudian hari. Dia menilai keterpilihan mereka merupakan simbol kemenangan nasionalis-santri.

“Maka kemenangan Jokowi-Ma’ruf alhamdullilah adalah simbol kemenangan Nasionalis dan Santri,” kata Said di Pondok Pesantren Al Tsafaqah, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

Kemenangan Jokowi-Ma’ruf juga diharapkan bisa membawa kemajuan untuk kalangan santri. Terlebih saat ini, sudah disahkannya Undang-undang Pesantren. Tak hanya itu, PDI Perjuangan selaku pengusung utama Jokowi juga turut andil dalam disahkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Kiai Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

“Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren,” katanya.

Apapun itu, Said meyakini segala permasalahan dan manajemen negara ke depan akan lebih baik. “Selesai masalah Indonesia kalau santri dan nasionalis sudah bersatu,” tandasnya.

Di tempat sama, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, juga merespon baik terbitnya UU Pesantren tersebut. Dia menilai antara partainya dengan islam terutama Nahdliyin memiliki kedekatan sejak lama.

“Kita adalah satu saudara sebangsa yang tak bisa dibeda-bedakan. Kekuatan Indonesia berakar dari kekuatan Nasionalis dan Nahdliyin. Buat PDI Perjuangan, bersama dengan NU itu arahnya jelas, bintang penuntunnya sangat jelas,” kata Hasto.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan nahdliyin dalam pilpres 2019 hingga mengantarkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang. Hasto juga bercerita soal perbincangan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Pilpres 2014 lalu usai.

“Pak Jokowi tanya ke Ibu Mega, bagaimana menterinya. Yang disebut pertama adalah NU. Ibu Mega mengusulkan NU harus jadi menteri urusan rakyat supaya bisa meningkatkan kesejahteraan Nahdliyin,” pungkas Hasto.

Turut hadir dalam acara ini yakni Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Pencak Silar NU Pagar Nusa sekaligus anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan. (jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment