Alami Dua Luka Tusuk di Perut, Wiranto Dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menko Polhukam Wiranto saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Banten. Hal ini menyusul penyerangan yang dilakukan orang tidak dikenal saat dia ingin meresmikan gedung baru Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten. Dari serangan itu, Wiranto menderita dua luka tusukan.

Seperti dikutip Jawa Pos (Fajar Group), Wiranto ditusuk oleh seorang lelaki yang identitasnya belum diketahui ketika akan kembali ke Jakarta di Alun-alun Menes. Pada saat kejadian, anggota Polsek Menes yang berada dekat dengan Wiranto ikut tertusuk pada bagian dada sebelah kanan karena mencoba melindungi korban.

Di kawasan rumah sakit, polisi yang berjaga melarang awak media untuk mengambil gambar ataupun video Menko Polhukam, yang akan dibawa ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan mobil ambulans. Direktur RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah mengatakan, Menko Polhukam Wiranto mengalami dua tusukan pada bagian perut bawah sebelah kanan.

“Ada dua tusukan, lumayan cukup dalam tetapi tidak membahayakan. Setelah kita periksa, beliau kondisinya tidak terlalu parah dan mengancam keselamatan,” katanya, Kamis (10/10).

Firmansyah menerangkan, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan luka tusuk tersebut, pihaknya kemudian merekomendasikan agar korban mendapatkan perawatan lebih intensif. “Kita rujuk ke RSPAD Gatot Soebroto,” katanya.

Dua Orang Diamankan Polisi

Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam kasus penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, sebanyak 2 orang diamankan. Mereka adalah SA alias Abu Rara, 51, dan FA, 21.

Dalam penyelidikan awal, diketahui pelaku penusukan hanya 1 orang yakni SA. Sedangkan FA turut diamankan karena berada didekat pelaku saat penyerangan terjadi. “Satu orang pelakunya. Cuma dua orang itu berdekatan. Masih di dalami peran perempuannya,” ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Dugaan sementara, SA terpapar oleh paham radikalisme. Namun, belum diketahui pasti dengan jaringan mana dia terafiliasi. “Pelaku diduga tepapar paham radikal ISIS,” ucap Dedi.

Saat ini Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror sudah diturunkan guna melakukan pendalaman.”Sedang didalami. Indentitas sudah di dapat, di backup Densus 88, apa motifnya terduga tersebut,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, peristiwa tidak mengenakkan menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Di tengah kunjungannya ke wilayah Pandeglang, Banten, mendadak ada orang tidak dikenal (OTK) yang berupaya menyerangnya dengan senjata tajam.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video pendek. Tayangan ini kemudian dengan cepat viral di media sosial. Dalam video terlihat Wiranto yang mengenakkan batik hijau baru saja turun dari mobilnya.

Dari arah samping belakang sebelah kiri mendadak OTK tersebut yang mengeluarkan senjata tajam mirip pisau dan berusaha menusuk Wiranto. Akibatnya, mantan Panglima TNI tersebut sampai tersungkur ke tanah. (jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment