Bankir 4.0 Era Disrupsi

0 Komentar

Oleh: ANGGA ERLANGGA HANAFIE
(Regional CEO X/Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pada era digitalisasi ini, perbankan dituntut untuk melek teknologi. Jika tidak perbankan akan tertinggal.

Sekarang perbankan masuk ke era 4.0. Dahulu, bankir masih belajar konvensional atau 1.0. Mereka hanya dituntut mampu mengelola debit dan kredit saja. Atau uang masuk dan keluar.

Masuk ke era 2.0. Kala itu, bankir dituntut mengenal asset dan liabilities, atau agar mencari dana pihak ketiga (DPK) di masyarakat dan melemparnya menjadi kredit. Lalu masuk di era 3.0. Di era ini bankir sudah bisa memahami long dan short (gap analysis), agar bisa tepat dalam melakukan placing strategy.

Nah, sekarang menghadapi 4.0, bankir harus tahu apa yang akan terjadi pada masa depan atau bahkan bisa “hidup” dengan masa depan itu sendiri. Di era disrupsi ini, hampir semua usaha berbasis teknologi. Baik pada layanan transaksional, payment, dan juga financial.

Kondisi ini memunculkan banyak inovasi dan bisnis model yang baru. Karena driver-nya adalah teknologi, sehingga sekarang semua serba cepat.

Tentu ini hal positif. Pasalnya transaksi keuangan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Tetapi, disrupsi ini juga ada sisi yang harus dipersiapkan. Khususnya kapabilitas seorang bankir.

Dengan makin efisien, semua transaksi akan berkurang di cabang. Beralih ke electronic banking. Sehingga orang-orang yang awalnya mempunyai kapabilitas sebagai teller dan customer service, ke depan harus lebih canggih lagi, “agile”, berani berubah agar bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

Oleh karena itu, Bank Mandiri telah mempersiapkan, salah Satunya dari sisi kapabilitas SDM dibenahi. Mulai dari level bawah hingga ke atas. Kami siapkan mereka agar melek digital, faham perkembangan di luar, Mulai dari hal kecil menjadi user electronic banking, sampai belajar ke Sillicon Valley (USA).

Secara korporasi, Bank Mandiri mendirikan anak perusahaan “Mandiri Capital Indonesia” yang bergerak di bidang inkubator bisnis, investasi dan pembinaan bagi para start up. Hal ini dilakukan agar Bank Mandiri selalu berkembang sesuai perubahan zaman. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment