Kopumdag Maros Bina 100 PKL dan Pedagang Asongan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS– Sekitar 100 Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang asongan Pasar Rakyat Butta Salewangang Maros (BSM), ikut dalam kegiatan pembinaan yang digelar Dinas Koperasi ,UMKM dan Perdagangan (Kopumdag).

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang asongan yang menempati sejumlah area di Pasar BSM.

“Ini sengaja kita lakukan untuk meningkatkan ketertiban, kebersihan serta keamanan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Kamal mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang PKL dan pedagang asongan.

“Kita sengaja melakukan pembinaan ini agar PKL bisa menambah wawasan dan lebih tertib dalam berjualan di Pasar Rakyat BSM,” katanya.

Apalagi selama ini kata Kamal diketahui jika PKL selalu berdagang di area-area larangan seperti di atas Fasilitas Umum (Fasum).

“Kita menjelaskan di mana-mana saja mereka bisa berjualan, karena PKL yang baik adalah mereka yang menaati aturan,” katanya.

Dia mengatakan melalui kegiatan ini, bukan berarti pihaknya harus memutuskan usaha atau melarang PKL atau pedagang asongam berjualan.

“Jadi kita berusaha memberikan pemahaman saja mengenai aturan yang ada, serta bagaimana mengelola PKL dan pedagang asongan. Sebab PKL juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah serta peningkatan PAD. Makanya usaha kecil perlu dibina,” katanya.

Dia berharap melalui kegiatan ini, mereka bisa memahami dan mentaati aturan yang ada.

“Karena pedagang PKL dan asongan jenis usaha yang tidak memiliki tempat usaha yang tetap, bermodal kecil dan bentuk usaha yang tidak perlu memerlukan pendidikan formal atau keahlian khusus,”sebutnya.

Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang yang membuka acara ini mengatakan PKL dan pedagang asongan adalah jenis usaha informal yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah

“Ya karena PKL dan pedagang asongan merupakan salah satu aktivitas ekonomi di sektor informal yang turut menyumbangkan kontribusi besar bagi perekonomian nasioanl,” katanya.

Bahkan kata dia, PKL dan pedagang asongan mempunyai potensi yang cukup besar untuk memberikan kontribusi terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...