Pangsa Pasar Turun, Samsung Tutup Semua Pabrik di Tiongkok

Kamis, 10 Oktober 2019 22:48
Belum ada gambar

Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan merelokasi kapasitas produksi pabrik Tiongkok ke manufaktur global lainnya. Sebagian besar fasilitas produksi dari pabrik Tiongkok yang ditutup diharapkan pindah ke pabrik di India dan Vietnam. Menurut laporan media setempat, pabrik Huizhou yang didirikan pada 1992 dapat memproduksi lebih dari 60 juta telepon pada 2017.

Sebuah sumber industri mengatakan kepada Asia Times sebagaimana JawaPos.com kutip pada Selasa (8/10) bahwa setelah menghentikan operasi pabrik di Tiongkok, Samsung akan memproduksi smartphone kelas bawah untuk pasar Tiongkok melalui ODM. “Produksi ODM tidak akan cukup untuk menutupi pasar Tiongkok. Ponsel termasuk yang canggih, akan diimpor ke pasar Tiongkok dari Vietnam atau India,” ujar sumber tersebut.

Samsung sendiri saat ini sudah meluncurkan ponsel ODM pertamanya, Galaxy A6s, di pasar Tiongkok pada November lalu. Untuk memperluas produk ODM tahun ini, Samsung meluncurkan A10 di India dan Vietnam serta A60 di Tiongkok tahun ini.

Para pakar industri mengharapkan Samsung untuk memperluas produksi smartphone ODM-nya. Kim Joon-hwan, seorang analis industri di Hanwha Investment and Securities, mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa smartphone dengan harga menengah dan rendah sudah tampil mewah, sehingga sulit untuk menghargai perbedaan antara smartphone high-end dan low-end.

“Produsen smartphone Korea Selatan, termasuk Samsung, dengan demikian akan memperkenalkan produksi ODM dengan sungguh-sungguh untuk bertahan hidup. Produksi ODM Samsung Electronics, yang hanya tiga persen pada 2018, diperkirakan akan meningkat di masa depan,” jelas Kim.

Bagikan berita ini:
7
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar