Partai Gerindra Bisa Dapat Menteri, Begini Kata Pengamat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Partai Gerindra berpeluang mendapat jatah menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi menilai tidak menjadi persoalan bagi jalannya pemerintahan ke depan, jika memang kalangan oposisi ditarik masuk ke dalam kabinet.

“Sebenarnya, dalam politik kita kan tidak dikenal yang namanya oposisi,” katanya, saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Rabu (9/10), menanggapi wacana Gerindra mendapat jatah menteri.

Dikatakan, seandainya ada partai politik lain selain Gerindra yang selama ini bersikap oposisi, jika memang dimasukkan dalam kabinet juga tidak masalah.

Ade Reza mengatakan, justru bergabungnya kalangan oposisi ini menjadi kesempatan untuk membangun pemerintahan konsensus yang inklusif.

Persoalan muncul, kata dia, sebenarnya karena ada pandangan bahwa harus ada oposisi yang ditafsirkan sebagai kekuatan yang berseberangan dengan pemerintah.

“Justru dengan bergabungnya oposisi ini menunjukkan sinyal politik yang positif. Tidak ada fragmentasi. Stabilitas politik dan sosial lebih mudah dijaga,” tuturnya.

Namun, kata dia, bukan berarti kemudian pemerintahan akan kehilangan kekuatan untuk melakukan check and balance, sebab masih ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Nah, bagaimana memfungsikan DPR untuk melakukan kontrol politik yang efektif,” ucapnya.

Era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lanjutnya, kritik justru banyak muncul fraksi-fraksi parpol pendukung pemerintah di DPR.

“Meskipun oposisi masuk ke kabinet, fungsi check and balance akan tetap jalan,” ujarnya.

Terlebih saat ini, menurutnya, kekuatan publik yang sekarang ini semakin kritis menyikapi berbagai kebijakan pemerintah sehingga menjadi kontrol efektif bagi pemerintah. (antara/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment