Siapa Bermanuver Sandera SK Ketua DPRD Sulsel?

0 Komentar

Air mata Andi Ina Kartika Sari berderai. Namanya batal diumumkan sebagai Ketua definitif DPRD Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Air mata Andi Ina Kartika Sari berderai. Namanya batal diumumkan sebagai Ketua definitif DPRD Sulsel.

Sebenarnya, dia sudah ditetapkan Golkar Sulsel sebagai ketua definitif legislator Sulsel. Namun bersoal karena SK DPP belum dikantongi. Ada manuver yang membuat SK belum di tangannya.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid sempat mengumumkan bahwa Ina Kartika sebagai Ketua DPRD Sulsel, Rabu, 9 Oktober. Menurutnya, penunjukan yang berjarak dua pekan dari pelantikan anggota DPRD Sulsel ini karena ada mekanisme partai.
Pihaknya membantah adanya tudingan miring sehingga penunjukan cukup lama. “Ada yang sebut karena transaksional, ada tarik ulur antarelite, itu saya tegaskan tidak ada. Ini semua karena memang ada proses di partai. Golkar tentu punya mekanisme,” ungkapnya.

NH –sapaannya– menyebut, penentuan Ketua DPRD Sulsel menjadi wewenang Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. Pihaknya hanya sebatas melakukan pengusulan dari semua kader terbaik yang lolos ke DPRD Sulsel. Kata dia, Ina diberi amanah menjadi Ketua DPRD Sulsel.

“Ini sesuai (chat) WhatsApp Pak Ketum Airlangga yang saya terima, Sabtu, 5 Oktober. Andi Ina Kartika jadi ketua. Saya mohon maaf kepada Rahman Pina, Ince Langke, John Rende, dan kandidat lain,” bebernya.

Jangan Main-main

Dengan penunjukan ini, NH memperingatkan kepada kandidat lain untuk berhenti bermanuver. Sebelum ada keputusan, boleh saja main-main. Tetapi, bila sudah ada ketetapan, ruang sudah tertutup.

“Inilah keputusannya. Jangan lagi ada yang macam-macam,” tegasnya.

Soal penunjukan Ina, NH menyebut ini sejarah. Baik untuk DPRD Sulsel maupun untuk partai. Ada perempuan yang menjadi orang nomor satu di parlemen Sulsel. Sekaligus membuktikan Golkar tidak membeda-bedakan gender.

“Ini kejutan untuk Golkar. Perempuan jadi ketua DPRD Sulsel,” tegasnya.

Soal kelayakan, aturan partai disebutnya sudah Ina penuhi. Syarat pendidikan minimal S1, tetapi Ina sudah bergelar S2. Ina juga berpengalaman karena incumbent. Serta tidak ada cacat atau tidak tercela.

“Memang bukan suara terbanyak di dapilnya. Ada Sofyan Syam tetapi ada juklak baru yang mengatur suara terbanyak tak lagi masuk syarat. Jadi ini bukan diskresi karena Ina memang memenuhi syarat,” terangnya.

Keajaiban Tuhan

Andi Ina Kartika Sari menyebut penunjukan dirinya sebagai keajaiban. Ada campur tangan Tuhan. Apalagi, dirinya memang tidak melakukan manuver.

“Saya tidak pernah lobi-lobi ke Jakarta. Ini kepercayaan yang besar buat saya,” bebernya sambil terisak.

Ketua sementara DPRD Sulsel ini menyebut akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi masih ada tugas yang mesti segera dituntaskan. Seperti pembentukan AKD, pembahasan APBD 2020.

“Insyaallah, tanggung jawab berat ini akan saya laksanakan dengan baik. Saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa tanpa dukungan semua nanti. Terima kasih khusus kepada partai dan pak NH yang memberikan kepercayaan,” tukasnya.

Gen Politikus

Ina Kartika Sari memang baru banyak dikenal belakangan setelah menjadi Ketua sementara DPRD Sulsel. Padahal Ina bukanlah pendatang baru di dunia politik. Bahkan sebenarnya tercatat sudah tiga periode di Sulsel.

Ina terpilih pertama kali pada periode 2009-2014. Periode berikutnya tidak terpilih untuk 2014-2019. Namun Ina kemudian dilantik sebagai PAW dari Pangerang Rahim pada 2018. Pangerang mundur karena bertarung di Pilwalkot Parepare. Terakhir, Ina terpilih kembali untuk periode 2019-2024.

Dari garis ibunya, Ina memang dari gen politikus. Ibu kandungnya, (almh) Hj Andi Tja Tjambolang merupakan politikus senior Golkar dan pernah tiga periode di DPRD Sulsel.

DPP Bungkam

DPP Partai Golkar masih bungkam terkait siapa kadernya yang bakal menduduki jabatan Ketua DPRD Sulsel. Semua kompak mengatakan tidak tahu.

Ketua DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengaku belum tahu. Dirinya, belum mengetahui apakah SK penunjukan ketua DPRD Sulsel sudah dikeluarkan. “Belum tahu,” katanya.

Begitupun dengan Ketua Koorbid Kepartaian DPP Partai Golkar, Ibnu Munzir. Dia juga mengungkapkan hal senada.

FAJAR juga berulang kali menghubungi Sekjen DPP Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus. Eks Danjen Kopassus ini tidak merespons pesan WhatsApp yang dikirimkan. Juga menutup telepon saat dihubungi.(fik-rdi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment