WNI Tertangkap di Filipina, KBRI Lakukan Pendampingan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MANILA – Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) membenarkan soal penangkapan terhadap perempuan warga negara Indonesia (WNI) dengan inisial AA di Filipina.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, AA ditangkap oleh Philippine Drugs Enforsement Agency (PDEA) Pada Senin (7/10) di bandara Manila, sekitar pukul 04.00, setelah melakukan penerbangan dari Kamboja.

Namun, Judha menolak menjelaskan secara lebih rinci, terkait persoalan tersebut karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang di Filipina.

“Yang bersangkutan diduga membawa metaphetamine hidrochlorine atau shabu seberat delapan kilogram dengan nilai sekitar Rp 15,5 miliar,” ujar Judha di Jakarta, Rabu (9/10).

Setelah menerima informasi mengenai penangkapan AA, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di ibu kota Manila segera meminta akses kekonsuleran kepada otoritas setempat. Senin malam, kurang lebih pukul 19.30 waktu setempat, staf KBRI sudah bisa menjenguk AA di tahanan.

Menurut Judha, saat dijenguk pihak KBRI, AA dalam kondisi baik dan masih menjalani proses penyelidikan. KBRI di Manila menegaskan siap memberikan pendampingan hukum bagi AA, jika memang dibutuhkan bantuan pengacara.

“Berdasarkan hukum yang ada di Filipina kalau untuk pengedaran narkotika, ancaman (hukuman) maksimalnya adalah penjara seumur hidup,” ujar Judha.

Dapat diketahui, setelah menjabat pada pertengahan 2016, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengambil kebijakan keras terhadap penyelundupan, peredaran, dan penggunaan narkoba.

Tindakan keras tersebut dikabarkan sudah menewaskan hampir tujuh ribu tersangka pengedar narkoba, yang sebagian besar kelas teri. Sementara sekitar 256.500 orang ditangkap.

Kampanye anti-narkoba besar-besaran yang digalakkan Duterte mengejutkan negara-negara Barat karena tidak pernah terjadi sebelumnya di Filipina. Dia pernah diadukan ke Mahkamah Internasional, dituduh melakukan pembunuhan massal tanpa proses hukum. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment