Pasca Wiranto Ditikam, Polri Evaluasi SOP Pengamanan Pejabat Publik

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pejabat negara menjadi sorotan publik pasca penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10) kemarin.

Tak sedikit pihak yang mendorong agar ada pengetatan pengamanan kepada pejabat negara yang tengah melakukan kunjungan kerja.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, aparat akan melakukan evaluasi terhadap SOP pengamanan pejabat negara. Ini supaya kejadian yang menimpa Wiranto tidak terulang kembali ke pejabat negara lainnya.

“SOP pengaman bagian dari evaluasi secara komprehensif, karena tidak mungkin membatasi pejabat publik untuk bersentuhan dengan masyarkat,” kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Dedi mengatakan, evaluasi ini akan melibatkan beberapa pihak lain seperti TNI, hingga pasukan pengamanan dalam (pamdal) yang melekat pada pejabat negara. Aspek yang akan ditekankan yakni terkait kewaspadaan ketika pengawalan.

“Nanti pada SOP tertentu akan ada peningkatan kewaspadaan. Kalau membatasi kedekatan pejabat negara dengan publik itu sulit,” tegasnya.

Di sisi lain, Dedi menyampaikan, saat peristiwa penyerangan, pengamanan kepada Wiranto sudah dilakukan sesuai SOP. Seperti disediakan pengawal pribadi (walpri), serta pengawal roda 2 dan roda 4. Polri sendiri juga sudah menerjunkan 1 regu Polsek, 1 tim Polda, dibantu dari Koramil. Area penerbangan helikopter juga dijaga 1 regu TNI AU. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...