Belajar Mendongeng Bersama Kak Heru di TKIT Al Fatih

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al Fatih Makassar menggelar Festival Literasi Sekolah, Sabtu (12/10/2019). Festival itu melibatkan orang tua dan anak didik TKIT Al Fatih.

Kegiatan yang mengangkat tema Aku Generasi Islam, Cinta Buku itu digelar di Aula TKIT Al Fatih, Jalan Domba, dan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Literasi Sekolah tersebut. Di antaranya pameran literasi, peresmian pojok baca TK-SD Al Fatih, dan Parenting Tips Membacakan Buku untuk Anak di Rumah yang dipandu oleh Kak Heru, pendongeng profesional yang cukup terkenal di daerah ini.

Dalam pameran literasi, selain menampilkan buku-buku koleksi TK-SD Al Fatih, juga memamerkan buku-buku yang dibuat oleh orang tua dan anak didik TKIT Al Fatih.

Ketua Yayasan Al Fatih, dr Adnan Ibrahim, menjelaskan, Pameran Literasi ini digelar untuk menumbuhkan minat dan cinta anak terhadap buku.

“Buku merupakan jendela dunia. Jendela ilmu pengetahuan. Sejak dini, kita tanamkan rasa cinta pada buku kepada anak-anak kita karena akan bermanfaat di kemudian hari,” ungkap dr Adnan.

Pada sesi parenting, Kak Heru bagi-bagi tips bagaimana menanamkan rasa cinta terhadap buku dengan metode mendongeng.

Dia menjelaskan, mendongeng untuk anak bisa membantu anak untuk belajar mendengarkan dan menyimak sesuatu. Juga membantu anak berimajinasi. Selain itu, bisa membangun kedekatan dengan anak.

Pada kesempatan itu, dia memperkenalkan metode dongeng Read Aloud atau membacakan cerita yang dinilai banyak manfaat dan efektif.

“Sebelum mendongeng untuk anak, ada baiknya melakukan pra baca terlebih dahulu untuk mengetahui alur cerita,” ungkap Kak Heru.

Setelah itu, dongeng dibacakan dengan intonasi dan eksperesi yang menarik. Usahakan membuat suara-suara yang sesuai dengan karakter yang ada di buku. Misalnya jika dalam cerita ada karakter raksasa, bacakan dengan suara berat. Begitu juga jika ada karakter binatang, semisal kucing, bisa ditimpali dengan menyebut ‘meeongg’.

Setelah membacakan dongeng, kata Kak Heru, usahakan ada tanya jawab sederhana dengan sang anak. Selain untuk mengetahui daya tangkap anak terhadap materi dongeng, juga untuk menanamkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam dongeng. (rls-iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...