Sabu-sabu 1 Kg Masuk Jalur Pelabuhan Nusantara Parepare

0 Komentar

TANGKAP. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani merilis pengungkapan Sabu 1 Kg yang diungkap Polres Sidrap, di Mapolda Sulsel, Jumat, 11 Oktober 2019. (RUDI/FAJAR).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Paket sabu-sabu 1 Kilogram (Kg) kini diamankan di Polda Sulsel. Sabu-sabu tersebut dikemas dalam teh guanyinwing, Tiongkok.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, sabu-sabu seberat 1 Kg ditemukan di dalam rumah Ibrahim. Sabu-sabu itu dibungkus kantongan plastik berwarna hitam.

“Sabu ini masuk di Sidrap melalui Pelabuhan Nusantara Parepare,” ujarnya di Mapolda Sulsel, Jumat, 11 Oktober.

Dicky membeberkan, Sabu ini adalah hasil pengungkapan Satuan Reskrim Narkoba Polres Sidrap, Senin, 7 Oktober lalu. Didapat terbungkus rapi di dalam kantongan plastik kemasan teh guanyinwing.

“Masyarakat harus berhati-hati. Jangan sampai beli teh isinya sabu-sabu,” kata Dicky didampingi Dirnakoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, dan Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono.

Saat pihak salah satu tersangka, Hamzah Yusuf (39) alias La Korreng bin Yusuf berhasil diamankan dan tersangka lainnya Ibrahim, masih dikejar.

“Tentu tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Karena sabu-sabu 1 Kg ini tentunya diduga punya bekingan. Ini akan kita kembangkan terus,” ujarnya.

Dicky pun membeberkan, barang haram ini dikirim dari Malaysia, masuk ke Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. “Sabu ini pun tersebar di berbagai daerah,” ungkapnya.

Dirnakoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, menambahkan, berdasarkan hasil tes urine, pelaku dinyatakan positif narkoba. “Ia juga pernah ditahan sebelumnya. Vonisnya hanya enam bulan,” kata Hermawan.

Hamzah pun membeberkan, menjadi peternak ayam bangkok. Kegiatan sabung ayam diakuinya menjadi kebiasaan. “Banyak ayamku,” katanya.

Dari sekian banyak kasus, Sidrap sering mendapat pasokan sabu-sabu. Sebelumnya terungkap sabu-sabu seberat 7Kg, ada juga 5Kg.

Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono, mengatakan, hasil ini membuat sebutan Kabupaten Sidrap sebagai lumbung beras berubah menjadi lumbung sabu-sabu.

“Kami terus melakukan pengawasan ketat untuk mencegah peredaran sabu-sabu. Kasihan masyarakat, bisa rusak karena narkoba,” katanya.

Diketahui, sabu-sabu dengan kemasan teh guanyinwing pernah terungkap sebelumnya. Pelakunya warga Makassar, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2Kg di dalam kemasan teh hijau, produksi Cina. (ans-sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...