ICW Beber Potensi Penipuan pada Program JKN-KIS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan 49 potensi fraud atau penipuan dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Program yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diduga bisa merugikan keuangan negara.

Peneliti ICW Dewi Anggraeni menuturkan, 49 potensi fraud ini dilakukan peserta JKN-KIS, puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL).

“Fraud pada peserta JKN-PBI (penerima bantuan iuran) adalah pengunaan KIS oleh bukan pemilik kartu. Hal tersebut terjadi karena pasien merupakan pasien miskin dan tidak terdaftar sebagai PBI,” ungkap Dewi dalam diskusi bertajuk “BPJS Salah Kelola, Pelayanan Publik Disandera” di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/10).

Di tingkat puskesmas, fraud terjadi dalam bentuk penerimaan uang oleh puskesmas untuk mengeluarkan rujukan pada pasien. Fraud lain adalah berupa tidak optimal saat menangani pasien dan segera merujuk ke FKTL menjaga dana kapitasi (dari BPJS Kesehatan) tidak berkurang signifikan.

“Di tingkat RS, fraud terjadi dalam bentuk penggunaan alat kesehatan (alkes), obat, dan tindakan medis,” ujar dia.

Pada 2017, ICW dan 14 jaringan Civil Society Organization (CSO) melakukan pemantauan fraud JKN-KIS di 15 wilayah. Antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, NTT dan NTB.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...