Nuansa Etnik Tenun Nusantara, Sehari… Terkumpul 100 Kg Botol Plastik

0 Komentar

Peragaan busana karya dari Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) di panggung utama F8, Sabtu kemarin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan even F8 tahun ini dikemas milenial dan penuh pesan ke-Indonesiaan. Termasuk pesan lingkungan di dalamnya.

Event yang tahun ini berlangsung di Sunset Cove 8-Citraland City Losari Makassar, 11-13 Oktober ini, tadi malam diramaikan dengan beragam kejutan luar biasa. Salah satunya, ragam peragaan busana dari desainer ternama Indonesia.

Sebut saja, Rina Rien yang menampilkan lebih dari lima koleksi bernuansa etnik dengan tenun kain nusantara. Selain itu ada Hannie Hananto yang menyuguhkan karyanya dengan perpaduan tema playground.

Usai penampilannya, Ia mengatakan koleksi terinspirasi dari kebiasaan masa remaja generasi X dan Y yang senang mengumpulkan mainan, Hannie menerjemahkan berbagai karakter mainan lucu sebagai motif karyanya. Adapula inspirasi dari Harajuku Jepang.

Kata dia, sebuah outlook yang berwarna-warni dan lucu, namun tak meninggalkan kesan elegan pakaian wanita yang tetap sopan. “Ide tema ini dari tren Indonesia dan mengikuti perkembangan zaman, saya mengambil ide beberapa dari keseharian yang dijumpai di metropolitan,” ucapnya.

Sementara itu, keseriusan kepanitian F8 dalam mendukung pemerintah terkait meminimalisir penggunan plastik di Indonesia, terwujud. Dalam sehari saja, berhasil dikumpulkan 100 kilo botol plastik dari masyarakat yang datang.

Direktur PT Festival 8 Indonesia, Sofyan Setiawan mengungkapkan, tingginya jumlah botol yang terkumpul membuktikan animo masyarakat pun merespons positif event Top 10 Wonderful Indonesia itu. Diketahui, hasil pengumpulan botol plastik tersebut merupakan hasil kerja sama antara F8 Makassar dan Octopus Indonesia.

Kata dia, Octopus merupakan flatform digital yang bergerak dalam penanggulangan sampah di Indonesia atau dikenal sebagai Mall Sampah. “Luar biasa kami bangga melihat ini dan kerja sama masyarakat membuat haru,” kata Wawan di Citraland City Losari Makassar, Sabtu, 12 Oktober, malam tadi.

Sebagai informasi, selain masuk dengan membawa botol plastik bekas, masyarakat juga bisa mendownload aplikasi octopus lewat Android dan IOS kemudian memperlihatkannya kepada panitia. “Kami meyakini berawal dari hal sederhana, bisa berdampak besar bagi bumi pertiwi kita,” ungkap wawan. (wis/taq-arm)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...